-
Bagnaia menutup Valencia Test dengan feeling positif meski hanya finis di posisi 10, dan merasa nyaman dengan motor prototipe 2026 tanpa kendala berarti.
-
Performa tes berbanding terbalik dengan akhir pekan balapan, di mana ia hanya finis ke-14 di Sprint dan gagal finis di balapan utama.
-
Musim 2025 jadi musim terburuk Bagnaia, hanya dua kemenangan dan menutup tahun di posisi kelima klasemen akhir.
Suara.com - Francesco Bagnaia menutup aktivitas MotoGP tahun 2025 dengan hasil positif pada Valencia Test di Sirkuit Ricardo Tormo, Selasa. Pembalap Ducati itu mengaku mendapatkan sensasi berkendara yang jauh lebih baik dibanding akhir pekan balapan sebelumnya.
Dalam sesi tersebut, Bagnaia mencatat waktu 1 menit 29,731 detik, menempatkannya di posisi kesepuluh atau terpaut 0,358 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse) yang menjadi pembalap tercepat.
“Saya mengakhiri putaran terakhir tahun 2026 dengan perasaan yang sangat baik,” ujarnya melalui situs resmi Ducati Corse, Rabu.
Meski tidak menembus posisi lima besar, Bagnaia menilai keseluruhan tes berjalan lancar. Ia mengaku tak merasakan kendala berarti, berbeda dengan situasi yang dialaminya pada seri penutup MotoGP 2025 di trek yang sama, di mana ia hanya finis ke-14 pada Sprint dan terjatuh di balapan utama.
Ia menjelaskan bahwa prototipe motor 2026 memberikan rasa nyaman sejak sesi pertama. “Kecepatan dan catatan waktunya konsisten, dan saya tidak mengalami masalah apa pun. Saya senang, ini tes dengan ritme sangat cepat,” ucapnya.
Bagnaia hanya menyesalkan satu hal: ia tak sempat melakukan time attack terakhir menggunakan ban lunak. Kendati begitu, ia tetap merasa puas jelang masa liburan.
Musim 2025 sendiri menjadi periode sulit bagi juara dunia 2022 dan 2023 itu. Dari 22 balapan, ia hanya meraih dua kemenangan, angka yang jauh turun dari pencapaiannya musim sebelumnya saat memenangkan 11 seri.
Alhasil, ia menutup musim di posisi kelima klasemen dengan 288 poin, berada di bawah Pedro Acosta, Marco Bezzecchi, Alex Marquez, dan sang juara dunia Marc Marquez.
Baca Juga: Pecco Bagnaia Tutup Musim Mengecewakan, Alihkan Fokus ke Pengembangan DesmosediciGP26
Berita Terkait
-
Pecco Bagnaia Tutup Musim Mengecewakan, Alihkan Fokus ke Pengembangan DesmosediciGP26
-
Klasemen Akhir MotoGP 2025: Duo Marquez Finis Teratas, Bezzecchi 'Meledak' di Valencia
-
Francesco Bagnaia Akui Kesulitan Maksimalkan Potensi Motor Ducati
-
Francesco Bagnaia Krisis Performa, Ducati: Kami Sudah Lakukan Segalanya
-
Maverick Vinales Comeback! Pulih dari Cedera dan Siap Tempur di MotoGP Valencia 2025
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar
-
World Athletics Luncurkan Kejuaraan Dunia Maraton sebagai Ajang Mandiri Mulai 2030
-
Pertamina Enduro Fokus Benahi Detail Teknis Jelang Final Four Proliga 2026 Seri Solo
-
BAC 2026: Tersingkir di Kualifikasi, Thalita Ramadhani Akui Fisik Masih Jadi PR
-
Tokoh BWF Sir Craig Reedie Meninggal Dunia, Sosok di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade
-
Ubed Lolos Kualifikasi, Tambah Kekuatan Tunggal Putra Indonesia di BAC 2026
-
Alasan IBL All-Star 2026 Digelar di Bandung: Kota Basket yang Tak Pernah Mati