- Indonesia mengganti pasangan ganda putra di SEA Games 2025 Thailand dengan memasukkan Sabar/Reza (peringkat 8 dunia).
- Media Malaysia, NST, menyoroti keputusan ini karena meningkatkan beratnya persaingan memperebutkan medali emas.
- Sabar/Reza memiliki rekor pertemuan positif melawan dua pasangan ganda putra andalan Malaysia sebelumnya.
Suara.com - Keputusan Indonesia untuk memasukkan pasangan ganda putra peringkat 8 dunia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Isfahani, ke skuad SEA Games 2025 di Thailand menuai sorotan media Malaysia, New Straits Times (NST).
Menurut NST, kehadiran Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Isfahani membuat persaingan menuju medali emas menjadi lebih berat bagi Malaysia.
Indonesia sebelumnya mendaftarkan pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (peringkat 24 dunia).
Namun jelang turnamen, komposisi tersebut diganti dengan Sabar/Reza, yang nantinya akan tampil bersama pasangan peringkat 20 dunia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, pada nomor individu 11–14 Desember.
"Dimasukkannya pasangan ganda putra peringkat 8 dunia Indonesia Sabar Karyaman-Moh Reza Isfahani di SEA Games Thailand telah membuat jalan Malaysia menuju medali emas lebih sulit," tulis NST.
Secara head-to-head, Sabar/Reza unggul atas dua pasangan Malaysia. Mereka memimpin 2-1 atas Aaron/Wooi Yik dan 3-1 atas Wei Chong/Kai Wun.
Dengan komposisi terbaru ini, persaingan ganda putra di SEA Games 2025 diprediksi menjadi salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Berita Terkait
-
Timnas Vietnam U-22 Dapat Perlakukan Istimewa di SEA Games 2025, Kok Bisa?
-
Edisi Sebelumnya Belum Main, Mutiara Ayu Tak Mau Sia-siakan Kesempatan di SEA Games 2025
-
SEA Games 2025: Indonesia U-22 Disebut Lebih Berbahaya dari Thailand, Malaysia Dinilai Krisis
-
Pelatih Vietnam Kesampingkan Malaysia, Sebut Timnas Indoensia U-22 Rival Kuat di SEA Games 2025
-
Awas Indonesia, Timnas Filipina U-22 Siap Kejutkan SEA Games 2025 di Thailand
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
-
Perang Saudara di All England 2026, Fajar/Fikri Bertekad Hapus Rekor Buruk Lawan Raymond/Joaquin
-
Strategi Jitu Bawa Fajar/Fikri ke Babak Kedua All England 2026
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Fokus Evaluasi, Ingin Kolektivitas Tim Dibenahi
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Ingin Jakarta Pertamina Enduro Ulangi Prestasi Musim Lalu
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Leo/Bagas Kaget Permainan Ganda Taiwan Aktif dan Powerful
-
All England 2026: Fajar/Fikri Hadapi Raymond/Joaquin di Babak Kedua, Sang Senior Punya Rekor Buruk
-
All England 2026: Karpet Abu-abu Bikin Salfok, tapi Raymond/Joaquin Tetap Sikat Ganda Korsel
-
All England 2026: Tersingkir Awal, Rachel/Febi Akui Belajar Banyak dari Ganda China
-
Tundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Raih Tiket Final Four Proliga 2026