- Isu "doping digital" muncul menjelang SEA Games 2025, merujuk kecurangan eksploitasi celah dalam game Esports.
- SEA Games 2023 Kamboja tercoreng dugaan kecurangan di VALORANT; Indonesia protes memanfaatkan bug kamera ilegal.
- Penyelenggara SEA Games 2025 dituntut meningkatkan regulasi dan pengawasan teknologi demi menjamin fair-play Esports.
Suara.com - SEA Games kembali diterpa isu miring menjelang penyelenggaraan edisi ke-33 yang dibuka pada 9 Desember 2025.
Jika di canor lain publik kerap menyoroti dugaan doping yang digunakan atlet atau keputusan kontroversial, hingga minimnya transparansi, kini muncul bentuk kecurangan baru yang lebih modern, “doping digital” di cabang Esports.
Istilah ini merujuk pada tindakan memanfaatkan bug atau celah dalam game untuk meraih keuntungan tidak sportif.
Masuknya Esports sebagai cabang resmi yang memperebutkan medali membuat SEA Games memasuki wilayah baru dalam industri olahraga.
Dengan jutaan penonton dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, pengawasan kini tidak hanya menyasar atlet, tetapi juga integritas perangkat, software, dan mekanisme permainan.
Situasi ini membuat Esports menjadi salah satu cabang paling rawan polemik, terlebih di kawasan Asia Tenggara yang dikenal memiliki basis penggemar besar dan kompetitif.
Jejak Kontroversi: Dua Medali Emas di SEA Games 2023
SEA Games 32 di Kamboja pada 2023 menjadi contoh nyata bagaimana lemahnya regulasi teknis dapat berujung skandal.
Dalam grand final gim VALORANT, tim Singapura berhasil mengalahkan Indonesia dan meraih emas.
Baca Juga: Belum Pernah Menang Sepanjang 2025, Sentuhan Magis Indra Sjafri Sirna?
Namun kemenangan mereka langsung memicu protes keras.
Tim Indonesia menuduh Singapura memanfaatkan bug kamera karakter Cypher untuk melihat posisi lawan secara ilegal.
Mereka menyebut tindakan itu sebagai bentuk “doping teknologi”.
Pertandingan sempat dihentikan ketika Indonesia tertinggal 4–10 pada map kedua, dan tim Garuda Muda meminta pause teknis.
Namun setelah itu mereka memilih tidak melanjutkan pertandingan.
Singapura membantah semua tuduhan. Menurut mereka, strategi penempatan kamera tersebut tidak melanggar aturan karena tidak dicantumkan sebagai pelanggaran dalam rulebook resmi.
Berita Terkait
-
Belum Pernah Menang Sepanjang 2025, Sentuhan Magis Indra Sjafri Sirna?
-
Dihajar Filipina, Timnas Indonesia Kalah Memalukan di SEA Games 2025!
-
Sebelum Dihajar Filipina, Indra Sjafri Ternyata Belum Menang 8 Laga Bersama Timnas Indonesia
-
Skenario yang Bisa Membuat Timnas Indonesia U-22 Angkat Koper dari SEA Games 2025
-
SEA Games 2025: Tim Bulu Tangkis Beregu Indonesia Kompak Lolos ke Final
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Hasil Proliga 2026 Putra: Juara Bertahan Kembali Tersungkur, Garuda Jaya Menang Dramatis 3-2
-
Kontingen Indonesia Soroti Adanya Pelanggaran Regulasi di ASEAN Para Games 2025
-
Target 5 Emas Terpenuhi, Indonesia Bidik Juara Umum Para Bulu Tangkis di ASEAN Para Games 2025
-
Proliga 2026 Putri Memanas! Berikut Klasemen dan Daftar Top SKor Terbaru
-
Arah Angin Gagalkan Langkah Jafar/Felisha ke Final Indonesia Masters 2026
-
Kisah Inspiratif Eliana: Dari Buruh Cuci Kini Raih Emas ASEAN Para Games 2025
-
UPDATE ASEAN Para Games 2025: Indonesia di Peringkat Kedua, Debutan Jadi Sumber Kejutan Medali
-
Tahan Sakit dan Emosi, Alwi Farhan Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026 Lewat Drama Comeback
-
Pecah Telur! Jakarta Livin Mandiri Akhirnya Raih Kemenangan Perdana di Proliga 2026
-
Pertama Kali Masuk Semifinal Indonesia Masters, Jafar/Felisha Ungkap Kuncinya