- Atlet Eliana meraih medali emas debut di ASEAN Para Games 2025 cabang para angkat berat dengan angkatan 78 kilogram.
- Sebelumnya, Eliana pernah vakum menjadi atlet dan bekerja sebagai buruh cuci serta pengajar membatik di Semarang.
- Berkat prestasinya, Eliana masuk proyeksi tim para angkat berat Indonesia untuk berkompetisi di Asian Para Games 2026.
Suara.com - Kisah inspiratif tentang perjuangan atlet penyandang disabilitas datang dari ASEAN Para Games 2025.
Tak pernah ada dalam pikiran Eliana bahwa suatu saat ia akan mengibarkan bendera Merah Putih dalam sebuah event bergengsi internasional.
Eliana pada hari Rabu (21/1/2026) lalu membuat kejutan istimewa. Sosok yang baru pertama kali mengikuti ajang ASEAN Para Games ini berhasil membawa pulang medali emas dari cabang olahraga para angkat berat.
Eliana tampil sebagai yang terbaik setelah mencatatkan angkatan seberat 78 kilogram di kelas 41 kilogram putri. Eliana sukses menumbangkan peraih medali emas di edisi sebelumnya asal Filipina, Marydol Pamatian.
Capaian ini benar-benar di luar ekspektasi tim pelatih para angkat berat. Bahkan, Eliana sendiri tak pernah menyangka bawah debutnya di ajang ASEAN Para Games 2025 berbuah medali emas.
Bila ditarik mundur ke belakang, Eliana memang tak berada di jalur untuk menjadi seorang atlet. Wanita asal Desa Deresan, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang ini memang pernah meraih medali emas saat mengikuti kejuaraan nasional para atletik di Kota Solo tahun 2019 lalu.
Namun setelah itu, Eliana memilih vakum. Ia kemudian mengisi keseharian sebagai buruh cuci baju tetangganya.
Eliana juga memiliki keahlian membatik yang membuatnya sempat menjadi guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insani, Susukan, Kab Semarang.
"Setelah ikut kejuaraan nasional di Solo itu saya vakum, tidak latihan lagi. Saya mengisi kesibukan dengan gosok baju rumahan. Ada yang diantarkan ke rumah saya atau saya yang datang ke rumahnya. Bayarannya ya terserah mereka. Saya tidak pernah menentukan dibayar berapa. Pernah dibayar Rp25 ribu, ada juga yang lebih dari Rp100 ribu," ucap Eliana, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga: Tahan Sakit dan Emosi, Alwi Farhan Tembus Semifinal Indonesia Masters 2026 Lewat Drama Comeback
"Saya juga sempat ikut mengajar batik tulis di Ponpes Bina Insani, daerah Susukan. Tetapi kemudian di tahun 2023, saya diajak lagi sama ketua NPCI Salatiga untuk berlatih tetapi ganti ke cabor angkat berat," lanjut wanita kelahiran 25 Juli 1997 ini.
Eliana sebenarnya tak 100 persen yakin ketika kali pertama diperkenalkan ke cabor para angkat berat. Apalagi Eliana jarang mendapatkan informasi mengenai atlet para angkat berat dengan klasifikasi perawakan pendek.
Namun, raihan dua medali emas di ajang Pekan Paralimpiade Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2023 dan medali perunggu pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2024 membuatnya yakin untuk fokus menjadi atlet dan tak kembali menjadi buruh cuci.
"Saya kemudian menjadi yakin dan cocok untuk menekuni olahraga para angkat berat, karena dari segi finansial juga lebih menjanjikan untuk saya," tutur Eliana.
Bercerita tentang pengalaman pertamanya mengikuti event internasional, Eliana mengaku sempat merasakan ketegangan di Convention Hall, Center Point Hotel, yang menjadi venue para angkat berat. Apalagi lawan-lawan yang dihadapinya di kelas 41 kilogram putri sudah memiliki pengalaman.
Namun, berbekal instruksi dari tim pelatih serta mengingat kembali sosok-sosok yang mendukungnya untuk berprestasi, Eliana pun bisa menyelesaikan pertandingan dengan lancar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026