- Pasangan ganda putra Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, mempertahankan gelar All England 2026 usai mengalahkan Malaysia.
- Kim/Seo menang dramatis tiga gim 18-21, 21-12, 21-19 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu.
- Kemenangan ini mengukuhkan Kim/Seo sebagai juara beruntun dan menggagalkan gelar Malaysia sejak 2007.
Suara.com - Pasangan ganda putra Korea Selatan Kim Won-ho/Seo Seung-jae berhasil menutup partai final All England Open 2026 dengan mempertahankan gelar juara setelah menundukkan wakil Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Dalam laga penutup turnamen yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Minggu waktu setempat, pasangan Korea Selatan itu menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-12, 21-19.
Kemenangan tersebut membuat Kim/Seo menjadi satu-satunya pasangan yang mampu mempertahankan gelar pada edisi 2026 sekaligus mencatatkan dua gelar beruntun di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.
Hasil ini juga menggagalkan upaya Malaysia mengakhiri penantian panjang untuk kembali meraih gelar di ajang All England. Terakhir kali Malaysia menjadi juara adalah pada 2007 lewat pasangan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong.
Pada gim pertama, Chia/Soh tampil agresif sejak awal dengan mengandalkan permainan cepat yang membuat Kim/Seo lebih sering bertahan. Strategi itu membuat pasangan Malaysia unggul 6-2 di awal pertandingan.
Kim/Seo sempat mengejar hingga menyamakan kedudukan menjadi 6-6. Namun Chia/Soh kembali menemukan pola permainan mereka dan menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-9.
Setelah jeda, pasangan Malaysia semakin percaya diri. Serangan bertubi-tubi membuat mereka memperlebar jarak menjadi 16-10. Meski Kim/Seo mampu menyamakan skor menjadi 17-17, Chia/Soh akhirnya mengamankan gim pembuka dengan kemenangan 21-18.
Memasuki gim kedua, Kim/Seo langsung menaikkan intensitas permainan. Setelah sempat berjalan ketat di awal, pasangan Korea Selatan mulai mengendalikan jalannya pertandingan dan memimpin cukup jauh 11-5 saat interval.
Dominasi mereka terus berlanjut setelah jeda. Kombinasi pertahanan rapat dan serangan cepat membuat Kim/Seo menjauh hingga 16-7 sebelum akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-12 untuk memaksakan laga berlanjut ke gim penentuan.
Baca Juga: Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
Pada gim ketiga, Chia/Soh kembali tampil menekan. Mereka sempat memimpin 6-3 melalui permainan cepat di area depan net dan mempertahankan keunggulan hingga interval dengan skor 11-7.
Namun Kim/Seo perlahan bangkit dengan meningkatkan tekanan dalam reli-reli panjang. Mereka mampu menyamakan skor menjadi 13-13 dan kembali imbang 16-16.
Momentum kemudian berpihak kepada Kim/Seo setelah berhasil unggul 18-16. Chia/Soh masih mencoba mengejar dan memperkecil selisih menjadi 19-20, tetapi pukulan lurus Kim akhirnya memastikan kemenangan pasangan Korea Selatan dengan skor 21-19.
Dengan hasil tersebut, All England 2026 berakhir dengan lima juara dari tiga negara berbeda. Taiwan meraih dua gelar melalui Lin Chun-yi di nomor tunggal putra serta pasangan Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan di sektor ganda campuran.
Sementara itu, China membawa pulang dua gelar lainnya lewat pasangan ganda putri Liu Sheng Shu/Tan Ning serta Wang Zhiyi yang keluar sebagai juara di nomor tunggal putri.
(Antara)
Berita Terkait
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
All England 2026: Resep Raymond/Joaquin Jelang Lawan Ranking 3 Dunia: Makan Enak dan Tidur Nyenyak!
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
All England 2026: 6 Wakil Indonesia Kunci Tiket ke Perempat Final
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terkini
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Kalahkan Jojo di Indonesia Open 2026, Victor Lai Akui Dilatih Orang Indonesia
-
Jonatan Christie Tersungkur di Istora, Puasa Tunggal Putra Merah Putih di Indonesia Open Berlanjut