Sport / Arena
Senin, 20 April 2026 | 21:23 WIB
Terinspirasi NCAA Amerika Serikat, Campus League Musim 1 resmi diluncurkan untuk mencetak student-athlete profesional. Kompetisi basket regional Surabaya jadi laga pembuka. [Dok. Campus League]
Baca 10 detik
  • Campus League Musim 1 resmi diluncurkan dengan visi mengadaptasi sistem NCAA AS untuk mengembangkan karier profesional student-athlete di Indonesia.
  • Kompetisi basket regional Surabaya menjadi laga pembuka yang melibatkan 17 kampus nasional dengan penerapan regulasi FIBA serta pengawasan langsung dari Perbasi.
  • Musim perdana ini menghadirkan aturan baru yang mengizinkan penggunaan maksimal satu pemain profesional dan satu pemain asing berstatus mahasiswa reguler dalam setiap tim.

Suara.com - Ekosistem olahraga tingkat perguruan tinggi di Indonesia memasuki babak baru lewat peluncuran resmi kompetisi Campus League Musim 1 di Jakarta.

Mengadaptasi kesuksesan sistem NCAA di Amerika Serikat, liga ini mendobrak tradisi lama dengan tidak hanya mencari bibit atlet, tetapi juga mencetak generasi profesional tangguh di dunia kerja.

Gebrakan spektakuler ini langsung dibuktikan dengan ekspansi masif ke berbagai kota besar, di mana kompetisi bola basket regional Surabaya akan menjadi laga pembuka yang mempertemukan kampus-kampus elite Nusantara.

Misi Cetak Profesional Tangguh, Bukan Sekadar Atlet

Terinspirasi NCAA Amerika Serikat, Campus League Musim 1 resmi diluncurkan untuk mencetak student-athlete profesional. Kompetisi basket regional Surabaya jadi laga pembuka. [Dok. Istimewa]

CEO Campus League, Ryan Gozali, memaparkan bahwa inisiatif besar ini lahir untuk menjawab kegelisahan akan masa depan karier mahasiswa yang aktif berolahraga.

Faktanya, mayoritas atlet kampus di Indonesia sering kali kebingungan menentukan arah karier ketika mereka menyadari bahwa olahraga bukanlah jalan hidup utama pascakelulusan.

“Statistik menunjukkan bahwa 99 persen atlet mahasiswa tidak akan berkarier sebagai atlet profesional. Namun, mereka memiliki potensi besar untuk menjadi profesional yang unggul di berbagai sektor industri,” ujar Ryan.

Ryan menegaskan bahwa mentalitas kompetitif di lapangan hijau sangat ampuh untuk menempa keterampilan non-teknis seperti manajemen waktu, ketangguhan, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan.

Oleh sebab itu, liga ini didesain secara khusus berlandaskan tiga pilar utama yang sangat krusial, yakni Akademik, Atletisme, dan Afiniti.

Baca Juga: Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand

Peta Jalan Ambisius Ala NCAA Amerika Serikat

Mengambil inspirasi langsung dari sistem kompetisi bergengsi NCAA di Amerika Serikat, penyelenggara telah menyusun peta jalan strategis yang terbagi dalam tiga fase jangka panjang.

Fase pertama yang membentang dari 2025 hingga 2028 akan berfokus penuh pada pembangunan fondasi ekosistem, diversifikasi cabang olahraga, dan peluncuran ajang multi-olahraga bernama UniGames.

Memasuki fase kedua pada 2028-2029, kompetisi akan semakin memanas dengan penerapan sistem laga kandang-tandang yang diyakini bakal mendongkrak fanatisme suporter dari masing-masing kampus.

Puncaknya pada fase ketiga di tahun 2030-2034, penyelenggara menargetkan ekspansi global melalui sistem liga tertutup serta komersialisasi tim kampus yang sehat secara finansial.

Lompatan kualitas pada Musim 1 ini sangat terasa jika dibandingkan dengan Musim 0 tahun lalu yang hanya mempertandingkan cabang olahraga futsal di area Jakarta dan Yogyakarta.

Load More