- Pemerintah China mendesak Amerika Serikat meredam konflik di Selat Hormuz guna menjaga stabilitas pasokan energi serta rantai distribusi global.
- Beijing menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan pihak terkait demi memastikan keamanan energi serta mendorong gencatan senjata permanen di Timur Tengah.
- China menyetujui ekspor tambahan bahan bakar sebesar 500.000 metrik ton pada Mei 2026 sebagai langkah antisipasi gangguan pasokan energi internasional.
Suara.com - Pemerintah China mendesak Amerika Serikat untuk menahan eskalasi konflik di Selat Hormuz yang dinilai berpotensi mengganggu pasokan energi global dan rantai distribusi internasional.
Peringatan itu disampaikan Beijing di tengah meningkatnya kekhawatiran negara-negara Asia terhadap stabilitas pasokan bahan bakar dari kawasan Timur Tengah.
China Siap Jaga Stabilitas Energi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan Beijing siap berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk menjaga keamanan energi global.
"China siap menjaga komunikasi dengan semua pihak guna bersama-sama menjaga keamanan energi global serta stabilitas rantai industri dan pasokan," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (29/4/2026).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, China menyetujui ekspor tambahan bahan bakar sebanyak 500.000 metrik ton pada Mei 2026 untuk pasar internasional di luar Hong Kong.
Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan alokasi April, meski masih di bawah rata-rata ekspor pada periode yang sama tahun lalu.
Desak Gencatan Senjata
Lin Jian menilai konflik di Timur Tengah telah menekan pasokan energi dunia dan berdampak luas terhadap banyak negara.
Baca Juga: UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
"Konflik di Timur Tengah sedang menekan pasokan bahan bakar global. Banyak negara merasakan dampaknya," ujarnya.
Ia menekankan bahwa solusi mendasar adalah mencegah konflik terbuka kembali terjadi dan mendorong semua pihak menuju gencatan senjata permanen.
China Perkuat Ekspor Bahan Bakar
Lebih dari separuh kuota ekspor tambahan dialokasikan untuk Sinopec. Sementara itu, PetroChina mendapat jatah 150.000 ton dan CNOOC sebanyak 40.000 ton.
Ekspor tersebut didominasi produk diesel dan bahan bakar jet, yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dari total volume.
Langkah ini diambil setelah permintaan bensin domestik China melemah seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Strategi Ketahanan Energi
Sebagai importir minyak terbesar di dunia, China telah lama memperkuat ketahanan energinya melalui diversifikasi sumber impor, peningkatan produksi domestik, dan penambahan cadangan strategis.
Strategi tersebut membuat China berada dalam posisi relatif lebih siap menghadapi potensi gangguan pasokan energi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Berita Terkait
-
Donald Trump Lanjut Blokade Selat Hormuz: Iran Tercekik Seperti Babi yang Dipanggang
-
Babak Baru Blokade Selat Hormuz, Donald Trump Pilih Jalur Isolasi Maritim Total
-
AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak
-
Pejabat Sepak Bola Iran Ditolak Masuk Kanada Jelang Kongres FIFA
-
Pentagon Spill Biaya Perang Iran Tembus Rp 400 Triliun, Amerika Berkilah Operasi Tidak Gagal
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Justin Hubner Dilarang Fortuna Sittard Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026,
-
Cuek Performa Pemain Persija di Timnas Indonesia Piala AFF 2026, Shin Tae-yong: Saya Tak Sempat...
-
Tunda Nyicil CBR250RR: Ini 6 Mobil Keluarga 7 Seater Bandel Harga Rasa Motor
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Staf KPK Jadi Tersangka karena Peras Bupati Pemalang, Jubir: Ini Menjadi Introspeksi Kami
-
Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif
-
Berangkat Pagi Ini, Berikut daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Physical Sunscreen Cocok untuk Kulit Apa? Ketahui agar Perlindungan Optimal
-
Pakai Nomor Keramat, Mariano Peralta Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival Persib Bandung