- Oleksandr Usyk mempertahankan gelar juara dunia kelas berat setelah menang TKO atas Rico Verhoeven di Piramida Giza, Mesir.
- Wasit menghentikan laga pada ronde ke-11 meski Rico Verhoeven unggul jauh dalam perolehan poin dari catatan juri.
- Keputusan wasit memicu kontroversi karena dianggap terlalu prematur dan mengabaikan performa dominan Rico Verhoeven sepanjang pertandingan berlangsung.
Keputusan Wasit Picu Kontroversi
Sesaat setelah pertarungan dilanjutkan, Usyk langsung menghujani Verhoeven dengan gelombang serangan agresif untuk menuntaskan laga.
Verhoeven yang menyadari posisinya terdesak memilih bermain defensif dengan menutup rapat area kepala dan tubuh menggunakan kedua tangannya.
Secara mengejutkan, wasit tiba-tiba memutuskan menghentikan pertarungan demi alasan keselamatan Verhoeven.
Keputusan tersebut seketika mengubah sorak-sorai penonton menjadi teriakan cemoohan karena penghentian laga dianggap terlalu prematur dan tidak adil.
Kemarahan publik semakin memuncak setelah melihat catatan statistik dari DAZN News yang memperlihatkan dominasi nyata dari sang penantang.
Statistik dan Rekor Tak Terkalahkan
Hingga detik pertandingan dihentikan, Verhoeven tercatat memimpin jauh dengan skor 98-92 di mata para juri.
Keunggulan poin tersebut memperkuat opini bahwa Verhoeven seharusnya diberikan kesempatan menyelesaikan ronde hingga tuntas.
Baca Juga: Tinju Dunia: Oleksandr Usyk Incar Deontay Wilder Usai Lepas Sabuk WBO
Meski demikian, kemenangan TKO ini tetap mengukuhkan posisi Oleksandr Usyk sebagai raja kelas berat yang belum tersentuh kekalahan.
Kini, Usyk mengantongi rekor impresif 25 kemenangan tanpa kalah, dengan 16 di antaranya diraih melalui knockout.
Pencapaian di tanah Mesir ini semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu petinju terbaik di era olahraga modern.
Latar Belakang Laga Bersejarah
Pertarungan berlatar Piramida Giza ini merupakan bagian dari upaya global membawa laga tinju elite ke lokasi-lokasi bersejarah dunia.
Oleksandr Usyk saat ini masih memegang sabuk juara dunia versi WBC, WBA, dan IBF yang menjadikannya target utama para penantang di kelas berat.
Di sisi lain, Rico Verhoeven membuktikan bahwa atlet dari disiplin kickboxing juga memiliki kualitas teknis untuk bersaing di level tertinggi tinju profesional.
Perdebatan mengenai keabsahan kemenangan ini diprediksi akan terus bergulir dan berpotensi memunculkan wacana pertandingan ulang di masa mendatang, demikian Antara.
Berita Terkait
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Sabuk WBC Silver International Menanti: Carlos Mena Siap Patahkan Rekor Sempurna Andrei Dascalu
-
Brutal! Vartan Arutyunyan Rebut Gelar Juara Dunia Interim WBA usai Pukul TKO Yunovidov
-
The Gypsy King Is Back! Tyson Fury Tantang Arslanbek Makhmudov April Mendatang
-
Anthony Joshua Diperbolehkan Tinggalkan Rumah Sakit usai Kecelakaan Mengerikan
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Viktor Axelsen Kritik Sistem Poin 3x15 BWF: Hilangkan Drama dan Taktik di Bulu Tangkis
-
Jogja Run D-City Sukses Diikuti Ribuan Pelari, Hasil Penjualan Tiket untuk Beasiswa Pendidikan
-
IBL Datangkan Wasit Elite Asia untuk Pimpin Playoff 2026
-
Novak Djokovic Optimis Fisiknya Siap untuk Tampil di French Open 2026
-
F1 GP Kanada: George Russell Menangi Sprint Race, Lando Norris Salip Kimi Antonelli!
-
Jadi Cabor Prestasi, 150 Atlet Buru Poin Ranking Nasional Padel di Future Junior Championship
-
Jalan Terjal Menuju The Nationals: 16 Tim Saling Sikut di Campus League 2026 Regional Jakarta
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed