Sukabumi.suara.com - Pemerintah memiliki rencana untuk menaikan harga cukai hasil tembakau. Buruh Industri Hasil Tembakau (IHT) merasa sangat khawatir karena jika Cukai Hasil Tembakau (CHT) naik, maka mereka berpotensi dirumahkan dan menjadi pengangguran.
"Seluruh pekerja sudah merasa khawatir jika cukai naik akan ada efisiensi," terang Purnomo Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP-RTMM SPSI) kepada awak media, Senin (5/09/2022).
Untuk melindungi para pekerja Purnomo berharap untuk tidak menaikan harga CHT pada tahun 2023.
Pemerintah daerah pun turut menggantungkan pendapatan daerahnya dari pendapatan asli daerah, dan penyerapan tenaga kerja berdasarkan industri rokok pun ikut khawatir.
Purnomo menjelaskan semua Bupati di Jawa Timur yang pendapatan asli daerahnya berasal dari rokok merekomendasikan agar tidak adanya kenaikan harga CHT tahun depan. FSP-RTMM pun sudah mengirimkan surat pada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa untuk ikut menyuarakan kekhawatiran pekerja industri rokok.
Industri rokok di Jawa Timur dari atas sampai bawah didominasi sebanyak 30% dari PDB Jawa Timur.
"Untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) kami tolak kenaikan cukainya, kembalikan ke 0% saja. Untuk rokok mesin dipersilahkan untuk menaikan cukainya asal tidak melebihi inflasi," terang Purnomo.
Di lain sisi, Ketua Pimpinan FSP-RTMM Jawa Barat Ateng Ruchiat juga mengatakan hal yang serupa.
"Tarif CHT penting untuk tidak naik, karena industri ini menyerap tenaga kerja,"ujar Ateng.
Baca Juga: Mengintip Spesifikasi 2 Ponsel Lipat Teranyar Samsung
Baru-baru ini sebuah pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) terpaksa tutup, yang berdampak pada pemberhentian sebanyak 800 pekerja.
"Sebaiknya tidak ada kenaikan cukai rokok, khususnya SKT. Jika ada kenaikan akan memberatkan perusahaan. Perusahaan mungkin akan mengambil jalan PHK. Hal ini memberatkan berbagai pihak dan jumlah pengangguran akan bertambah," pungkas Ateng.
Sumber: suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kasus Pembakaran 3 Santri di Lombok Tengah: Kapolda NTB Pastikan Tersangka Diumumkan Pekan Ini
-
Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras
-
Striker 71 Gol Merapat ke Persib! Balsa Sekulic Si Spesialis Gol Menit Akhir
-
Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya
-
Prabowo Dampingi PM India Narendra Modi Beribadah di Prambanan, 2.690 Personel Gabungan Siaga Penuh
-
Penangkapan Roy Suryo Tak Sah, Polda Metro Tegaskan Kasus Tetap Lanjut
-
Masih Trauma dan Belum Bisa Diperiksa, Alasan Nadira Menghilang Seminggu Masih Misteri
-
Novel Deja Vu: Serangkaian Peristiwa Tragis yang Mengguncang Jiwa
-
5 Alasan Mengapa Sepatu Jalan Kaki Tidak Cocok Dipakai Lari, Dampaknya Bisa Fatal
-
Hakim PN Jaksel Batalkan Penangkapan Roy Suryo, Ini Alasan Lengkapnya