/
Senin, 12 September 2022 | 19:26 WIB
Ilustrasi pilot (Unsplash.com/ Kristopher Allison)

Diba sudah berusaha membujuk orang tuanya agar berhenti berjualan. Namun, kedua orang tuanya masih ingin terus bekerja.

"Kalau saya bilang, 'kenapa sih diterusin jualannya, sudah nanti Ladiba yang bantu'. Ayah sama ibu enggak mau membenani Ladiba selagi orang tua masih bisa bekerja gitu," tuturnya.

Walaupun orang tuanya masih berjualan jagung bakar, Diba tidak lupa mengirimkan uang untuk kebutuhan keluarga.

Pilot Puspita Ladiba (sumber: suara.com)

Hebatnya, Diba pada akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude pada tahun 2013 silam.

"Awalnya saya tidak tahu ada korps penerbang angkatan darat, diberi kesempatan untuk jadi pilot wanita pertama," ujar Diba.

Diba membagikan kisahnya, bahwa sebelum dirinya sukses menjadi seorang pilot, kehidupan keluarganya memang tergolong sulit.

Seperti waktu masih duduk di bangku SMA, bisa dibilang Diba satu-satunya siswi yang tidak memiliki ponsel.

Bahkan untuk makan sehari-hari saja keluarganya juga kesulitan. Pernah suatu kali dagangan orang tuanya tidak laku, Diba dan keluarga terpaksa makan dengan sangat sederhana.

"Pernah jualannya enggak laku gitu, terus kita makan seadanya saja. Makan jagung yang dijual," lanjut Diba.

Baca Juga: Posting Kedekatan dengan Rayyanza, Cus Rini Ternyata Tak Ikut ke Amerika

Meski Diba sekarang sudah menjadi seorang pilot, orang tua Diba tetap berjualan jagung bakar. 

Diba sudah berusaha membujuk orang tuanya agar berhenti berjualan. Namun, kedua orang tuanya masih ingin terus bekerja.

"Kalau saya bilang, 'kenapa sih diterusin jualannya, sudah nanti Ladiba yang bantu'. Ayah sama ibu enggak mau membenani Ladiba selagi orang tua masih bisa bekerja gitu," tuturnya.

Walaupun orang tuanya masih berjualan jagung bakar, Diba tidak lupa mengirimkan uang untuk kebutuhan keluarga.

Load More