/
Senin, 10 Oktober 2022 | 17:40 WIB
Permintaan maaf Kepolisian Malang atas Tragedi Kanjuruhan. (Twitter @polrestamakota)

Sukabumi.suara.com – Lebih dari seminggu, tragedi Kanjuruhan masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga para korban yang meregang nyawa dari kejadian tersebut. Di sisi lain, penyelidikan hingga saat ini masih terus dilakukan. Namun, terbaru pihak kepolisian diketahui melakukan aksi yang mencuri perhatian.

Anggota Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang diketahui melakukan aksi sujud massal. Hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk permintaan maaf kepada semua pihak, terutama korban dan keluarga korban dari tragedi Kanjuruhan yang terjadi ada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Potret sujud dan permintaan maaf tersebut nampak diunggah melalui akun media sosial Twitter @polrestamakota, pada Senin (10/10) pukul 12:02 siang tadi.

“Mohon ampun kami kepada-Mu ya Rabb atas peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober silam. Tak lupa permohonan maaf juga kami haturkan kepada korban dan keluarganya beserta Aremania Aremanita. Kabulkan doa kami, ya Rabb.” tulis keterangan dalam potret sujud dan permintaan maaf yang dimaksud.

Langsung mencuri perhatian, hingga artikel ini ditulis di hari yang sama pada pukul 17:20, terpantau jika setidaknya permohonan maaf tersebut sudah disukai oleh sebanyak lebih dari 11 ribu pengguna.

Di saat bersamaan, nampak juga sebanyak 3000 cuitan balasan yang datang dari masyarakat di jagat maya. Sebagian ada yang menerima permintaan maaf tersebut, namun sebagian juga ada yang masih kecewa dan menuliskan komentar kritikan.

“Sampeyan semua lebih jantan dari pada yang di atas-atas sana. Kami menghormati dan menghargai hal ini, meski nyawa melayang tak kan kembali lagi. Hukum seharusnya tetap berjalan.” ujar @bimosaurus,

“Naaahhhhh ini yg ditunggu... Terima kasih ndan, evaluasi & berbenah lebih baik” tulis @RezqiWahyu_05

“Alhamdulillah, kalo sudah minta maaf. tapi, alangkah baiknya datang secara langsung meminta maaf ke seluruh korban tragedi kanjuruhan. bakal jdi trauma bgt buat keluarga yang ditinggalkan.” imbuh @ayutriwinarnii.

Baca Juga: Terungkap! Ada Penggunaan Gas Air Mata Kadaluwarsa dalam Tragedi Kanjuruhan

Load More