/
Sabtu, 13 Mei 2023 | 19:52 WIB
Drepresi akibat hutang (freepik.com)

Di zaman modern dan mungkin sudah dikatakan kapitalis banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan uang. Uang yang didapatkan untuk memenuhi gaya hidup atau kehidupannya sehari-hari. Entah beli tunai atau kredit yang penting gaya atau punya. 

Manusia bekerja dari pagi, siang, sore hingga malam pun dilakukan untuk apa? Untuk mendapatkan uang dan bisa membeli apa yang di inginkannya. Keluarga, waktu, bahkan dirinya sendiri pun di korbankan untuk menggapai keinginannya. Bekerja bukan lagi untuk memenuhi kebutuhannya tetapi untuk memenuhi keinginannya. 

Disadari atau tidak disadari hasil bekerja tenyata untuk bayar utang atau kreditan. Barang yang kita miliki kebanyakan hasil dari kredit atau utang. Tiga puluh hari bekerja yang didapat tidak dinikmati karena untuk bayar kreditan. Begitulah setiap bulannya.

Berbanggalah bagi mereka yang tidak punya kreditan atau utang kerena hasil kerjanya bisa dinikmati. Sebaliknya bagi yang punya utang tidak bisa menikmati hasil kerjanya karena habis untuk bayar utang. Berutang tidak dilarang tetapi beutanglah dengan bijak jangan lebih besar pasak daripada tiang. Penghasilan harus lebih besar dari pada utangnya. 

Penulis: W.S.

Load More