Di zaman modern dan mungkin sudah dikatakan kapitalis banyak orang berlomba-lomba untuk mendapatkan uang. Uang yang didapatkan untuk memenuhi gaya hidup atau kehidupannya sehari-hari. Entah beli tunai atau kredit yang penting gaya atau punya.
Manusia bekerja dari pagi, siang, sore hingga malam pun dilakukan untuk apa? Untuk mendapatkan uang dan bisa membeli apa yang di inginkannya. Keluarga, waktu, bahkan dirinya sendiri pun di korbankan untuk menggapai keinginannya. Bekerja bukan lagi untuk memenuhi kebutuhannya tetapi untuk memenuhi keinginannya.
Disadari atau tidak disadari hasil bekerja tenyata untuk bayar utang atau kreditan. Barang yang kita miliki kebanyakan hasil dari kredit atau utang. Tiga puluh hari bekerja yang didapat tidak dinikmati karena untuk bayar kreditan. Begitulah setiap bulannya.
Berbanggalah bagi mereka yang tidak punya kreditan atau utang kerena hasil kerjanya bisa dinikmati. Sebaliknya bagi yang punya utang tidak bisa menikmati hasil kerjanya karena habis untuk bayar utang. Berutang tidak dilarang tetapi beutanglah dengan bijak jangan lebih besar pasak daripada tiang. Penghasilan harus lebih besar dari pada utangnya.
Penulis: W.S.
Berita Terkait
-
Konser Coldplay: Kesenangan atau Petaka untuk Produktivitas Kerja?
-
6 Daftar Lowongan Kerja Lulusan SMA/SMK di Rekrutmen Bersama BUMN
-
5 Tanda yang Muncul dari Tempat Kerja Toksik, Mau Bertahan atau Resign?
-
Profil Erwin Aksa: Pentolan Golkar yang Polisikan Kader PPP Romahurmuziy
-
PGN Tambah Utang Rp11,76 Triliun dari 4 Bank
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali