Kita masih menemukan anak-anak yang mati rasa ingin bertanya nya, mati kekritisan nya, mati keinginannya untuk mencoba, dikarenakan ketakutan, takut salah. Ini disebabkan karena pengalaman mereka. Guru tidak memberikan support, guru tidak memberikan dorongan kepada mereka untuk terus melakukan pengembangan dirinya. Kita jarang sekali menemukan di sekolah-sekolah, bagaimana mereka mengembangkan ide-idenya. Sebagian besar ide-ide yang lahir dan dilaksanakan di sekolah, mayoritas bukan dari anak-anak, dari guru atau lembaga. Sehingga apa yang terjadi? Anak-anak hanya menjadi orang yang melaksanakan, bukan memikirkan, bukan merencanakan.
Ciri manusia merdeka adalah mereka mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi apa yang mereka rencanakan sendiri.inilah yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini.
Kurikulum berbasis kompetensi seharusnya pendidikan itu dilakukan dengan pendekatan untuk mengembangkan kompetensi, tetapi yang terjadi kebanyakan guru-guru kita tetap melakukan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan materi, bukan fokus pada kompetensinya. Permasalahan ini terjadi karena rendahnya guru-guru Indonesia dalam membaca regulasi tentang pendidikan.
Kurikulum berbasis kompetensi selaras dengan empat pilar pendidikan dunia learning to know, learning to do, learning to be, learning to Life together. Pendidikan Indonesia saat ini masih berfungsi untuk learning to know, padahal anak-nakal harus learning to do, learning to be, belajar untuk melakukan, belajar untuk menjadi. Belajar menjadi apapun yang mereka cita-citakan di sekolah.
Jika mereka bercita-cita untuk menjadi polisi, maka mereka belajar menjadi polisi di sekolah. Bercita-cita jadi dokter, maka mereka belajar jadi dokter di sekolah. Mau jadi guru, belajar jadi guru di sekolah. Belajar menjadi politisi, peneliti, pedagang, pengusaha, mereka belajar menjadi apa yang dicita-citakan di sekolah. Inilah yang dimaksud pembelajaran bermakna. Inilah esensi dari kurikulum merdeka, sekolah menjadi tempat persemaian benih-benih kebudayaan.
*Guru PAI SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor, Pengasuh Pesantren Online dan Kelas Online Alhayacenter
Tag
Berita Terkait
-
Ada apa tanggal 15 Agustus ? Nomer 5 dan 6 Penting Banget
-
Kisah Pasha Ungu Pernah Jadi Paskibra Saat SMA, Sebelum Upacara Lakukan Ritual Ini
-
Contoh Kebutuhan Sekunder, Aspek Penting Kehidupan Sehari-hari
-
Langgas, Pesan untuk Mendikbud Nadiem Makarim dalam Film FLS2N 2023 karya SMAN 1 Cijeruk
-
SMP Cinta Laura Menerima Sumbangan Sarana Pembelajaran dari Lions Club Indonesia
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Punya Banyak Waktu di Dapur? Peralatan Pintar Kini Bisa Bantu Masak Lebih Praktis
-
7 Risiko Digital Mengintai Anak, Guru dan Orang Tua Harus Waspada
-
Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!
-
Persib Bandung Resmi Rekrut Sandy Walsh dan Winger Eropa Luka Menalo
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo
-
Review Juvenile Justice: Sebuah Pengungkapan Kasus Brutal pada Remaja
-
Prabowo Berencana Terbang ke Belarus untuk Kunjungan Balasan
-
Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi
-
Kejagung Temukan Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Aktif di Kasus Korupsi MBG