Politisi senior Partai NasDem Zulfan Lindan mengungkap tujuan partainya mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
Ternyata menurut Zulfan Lindan, tujuan utama Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai capres bukan untuk mengantarkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai orang nomor satu di Republik ini.
Menurut Zulfan Lindan, Ketua Umum Partai Nasdem adalah sosok yang pragmatis. Ketika melihat peluang Jokowi tiga periode sudah tertutup, Surya Paloh harus mencari sosok yang bisa diambil manfaatnya bagi Nasdem.
Dari tiga nama yang diajukan sebagai capres oleh Nasdem, Anies Baswedan lah yang paling pas untuk diusung sebagai capres.
"Dia (Surya Paloh) lihat Jokowi tidak mungkin maju tiga kali tidak mungkin perpanjangan waktu, maka calon yang paling pas untuk dia usung adalah Anies," kata Zulfan dikutip dari Youtube Total Politik.
Nasdem tidak bakal mengusung Ganjar Pranowo karena sudah milik PDIP. Pun dengan Andika Perkasa yang tidak akan mungkin didukung Surya Paloh.
"Satu-satunya dia (Surya Paloh) bisa mengambil manfaaat dari suara publik suara rakyat kalau mendukung Anies," kata Zulfan.
Di mata Surya Paloh, menurut Zulfan, Anies Baswedan menjadi presiden atau tidak bukan sesuatu yang penting.
"Anies itu mau jadi presiden ga jadi presiden ga berapa penting yang penting elektabilitas Nasdem naik," tuturnya.
Namun jika Anies Baswedan gagal maju sebagai capres karena tidak ada koalisi yang mendukung, Zulfan memastikan suara Nasdem akan ambles.
"Anies kalau tidak jadi capres, di dalam Nasdem mau jadi apa? Mau jadi alat? Dia diperalat kampanye sana sini terus habis kampanye jadi apa? makanya saya saran sama Anies, kalau Anies tidak bisa jadi capres dan dia tetap ingin membesarkan Nasdem dia minta jadi Ketua Uumum Nasdem. Surya Paloh jadi Ketua Dewan Pembina," papar Zulfan Lindan.
Berita Terkait
-
Gara-gara Anies Baswedan, Rocky Gerung Minta Pernikahan Kaesang Dibatalkan
-
Sat Set, Sandiaga Uno Diam-diam Sudah Bertemu Parpol yang Meliriknya di Pilpres 2024, Bakal Maju Lagi?
-
Jika Gagal Nyapres, Politisi Senior Sarankan 3 Alternatif Profesi Buat Anies Baswedan, Salah Satunya ke Amerika?
-
Cak Imin Diasuh Gus Dur Sampai Jadi Orang Tapi Berakhir Bersebrangan, Zulfan Lindan: Mentalnya Enggak Kuat
-
Beda Nasib! Anies Disebut Bisa Gagal Nyapres Karena PKS, Kalau Ganjar Tetap Maju Meski Tak Bersama PDIP
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati