/
Selasa, 13 Desember 2022 | 18:44 WIB
Refly Harun (SUARA)

Suara Sumatera - Sosok Anies Baswedan makin berkibar meski terjadi beberapa upaya yang dinilai dijegal dalam keinginannya berkontestasi di Pilpres 2024.

Dugaan jegal dimulai dari adanya peristiwa telor busuk di Aceh, lalu persoalan kunjungan yang kemudian berujung pelaporan ke Bawaslu.

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai Anies akan terus berkibar meski akan terus dijegal. Bahkan lawannya pun sudah makin tidak percaya diri, dengan hal-hal yang tidak substantif untuk “menyenggol” Anies.

Menurut Refly hal-hal demikian harus mulai ditinggalkan dan beralih pada adu gagasan antara sesama kandidat.

Yang terjadi menurut Refly ketika hal yang tak substantif dijadikan alat untuk membusukkan lawan politik maka pemilu yang berkualitas tak akan ada.

“Semakin hal yang tidak substantif dikemukakan semakin menunjukkan lawan Anies Baswedan sudah makin tidak percaya diri mampu berkibar seperti Anies,” ujar Refly melalui kanal Youtube

“Kalau misalnya hanya dengan mobiliasi atau black campaign untuk mengalakan Anies, Kita tidak akan meliat sebuah pertarungan menarik,” ungkap Refly.

Refly meminta kandidat-kandidat lain untuk percaya diri dalam menjalani kontestasi membawa gagasan bukan hal remeh temeh yang hanya buat gaduh suasana.

“Jangan sampai kemudian satu didukung rakyat, satu didukung istana, satu didukung konglomerat,” tambahnya.

Baca Juga: Sebagai Senior, Lakukan 5 Hal Ini saat Ada Karyawan Baru

Anies Baswedan (sumber: Instagram)

Dia pun mengigatkan calon penantang, agar percaaya diri jika ia didukung rakyat bukan hanya didukung buzzer.

"Prabowo juga harus percaya diri didukung rakyat bukan hanya istana, sehingga kita baru bisa melihat pertarungan yang meraik dalam pilpres kedepan,” jelasnya.

Anies Baswedan pun diketahui sudah melakukan kunjungan di sejumlah daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Barat, Kepualauan Riau, Papua hingga Makassaar.

Anies menjanjikan akan melakukan kunjungan di sejumlah wilayah lainnya.

Load More