/
Kamis, 15 Desember 2022 | 19:25 WIB
Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan (Kolase)

Suara Sumatera - Sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi salah satu yang disebut menjadi calon presiden atau Capres 2024. 

Bahkan elektabilitas Ganjar Pranowo tinggi meski hingga saat ini PDIP belum memutuskan siapa capres dari partai tersebut. 

Seiring dengan kabar Ganjar maju ke Pilpres 2024, beredar informasi menyebut bahwa ia rela meninggalkan PDIP.

Ganjar Pranowo diklaim hengkang dari partainya lantaran demi duet dengan Anies Baswedan untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang.

Klaim tersebut dibagikan dan diunggah oleh kanal YouTube JEJAK POLITIK, dengan narasi sebagai berikut:

"DI LUAR DUGAAN!! GANJAR NEKAT TINGGALKAN PDI-P DEMI ANIES" tulis judul unggahan.

"GANJAR TINGGALKAN PDI-P BLAK BLAKAN NEKAT DUET ANIES PILPRES 2024," tulis keterangan thumbnail video.

Benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim soal Ganjar nekat meninggalkan PDIP demi berduet dengan Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 adalah salah.

Baca Juga: Piala Dunia Terakhir Messi Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Juga Pemicu Pemberontakan

Faktanya, tulisan judul dan isi video tak ada sangkut pautnya sama sekali atau tidak saling berkaitan.

Narator dalam video membacakan artikel dari Repjabar pada 9 Desember 2022, yang berjudul "Politikus PDIP DKI Ingatkan Pendukung Anies Jangan Playing Victim".

Dalam artikel yang dibacakan, berisi tanggapan anggota DPRD DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak terhadap pendukung Anies yang mengunggah foto Lapangan Ingub Klender, Jakarta Timur.

Tulisan nama Anies Baswedan ditutup cat dan diganti dengan tulisan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI dan Pemprov DKI.

Selain itu, foto thumbnail yang memperlihatkan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan politikus lainnya adalah hasil suntingan atau editan.

KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, maka kabar Ganjar gandeng Ahok untuk duet Pilpres 2024 adalah keliru.

Informasi yang telah tersebar tersebut masuk dalam kategori hoaks dan konten menyesatkan.

Load More