Suara Sumatera - Pelaporan terhadap balon Calon Presiden (capres) Anies Baswerdan ke Bawaslu dipertanyakan publik dengan tudingan curi start kampaye dinilai berlebihan. Mengingat sampai dengan kekinian, koalisi yang mendukung Anies Baswedan pun masih belum terbentuk.
Pengamat politik Rocky Gerung menungkapkan adanya kecemasan yang terjadi dari sejumlah pihak soal safari Anies Baswedan yang makin diterima publik. Karena itu, upaya untuk mencegah atau menjadikan sorotan dilakukan pihak-pihak tersebut.
"Karena sorotannya pada Anies, Anies dinilai mencuri start," ujar Rocky Gerung di akun YouTube miliknya.
Rocky Gerung menilai adanya kecemasan karena Anies Baswedan yang kian diterima oleh masyarakat. Psikologis kecemasan ini terjadi karena mengetahui adanya sambutan yang luas.
"Terbaca psikologis kecemasan melihat situasi saat ini," sambungnya.
Awalnya Rocky Gerung membahas mengenai pihak yang melaporkan Anies Baswedan pada Bawaslu yang kemudian dinilai secara etika, apa yang dilakukan Anies mencerminkan kampanye.
Hal ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada Rocky yang mempertanyakan adanya laporan atas safari Anies Baswedan ke sejumlah daerah.
Karena itu, Rocky Gerung menilai kampanye apa yang dilarang. "Kan koalisi yang bakal dibentuk juga belum sepakat, lalu start kampanye apa yang dilanggar," ujarnya kemudian.
Menurut Rocky, bakal ada kedangkalan pemikiran pada Pemilu 2024. Dengan jumlah peserta pemilu mencapai 17 peserta, tentu dibutuhkan banyak waktu sebagai proses kampaye. "Dengan waktu yang diberikan terlalu singkat, tentu pilihan pemilih hanya pada partai politik yang lekat dengan uang," sambung ia.
Baca Juga: Miliki Perhatian Besar pada UMKM, Presiden Minta PNM Tembus 20 Juta Nasabah pada 2024
Rocky Gerung menganalogikan dengan pejabat negara yang sebenarnya memiliki keistimewaan karena menggunakan waktu dan anggaran untuk bisa menemui masyarakat.
"Padahal, jika mereka memanfaatkan fasilitas dan waktu. Padahal kan seharusnya melayani rakyat," sambung dosen Universitas Indonesia ini.
Menurut ia, reaksi atas Safari Anies Baswedan sebaiknya bukan melarang atau menjegal, namun mencari calon lain yang lebih sepadan dengan pemikirannya.
"Penjegalan itu, hal yang berlebihan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Skandal Pembebasan Rizieq Shibab oleh Anies Baswedan Berasal dari Dana Banjir, Benarkah?
-
'Angot-angotan Tak Terkontrol' Nasdem Sindir Menohok Hasto PDIP saat Terlalu Berisik Kritik Anies
-
Blak-blakan, PDIP Sebut NasDem Partai Gagal Gegara Calonkan Anies Baswedan
-
'Si Paling Benar', Anies Dibilang Kena Sindrom Thanos, Diskakmat Balik Relawan
-
Pejabat Era Anies Baswedan Dicopoti, Kader Megawati: Pura-pura Dizalimi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK