/
Rabu, 28 Desember 2022 | 11:52 WIB
Ilustrasi Menko Polhukam Mahfud MD. Mahfud MD menangis kenang Gus Dur. (Twitter)

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengenang detik-detik kejatuhan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi Presiden RI. 

Di era Presiden Gus Dur, Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan. Dia dikenal sangat dekat dengan cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari.

Menurut Mahfud, Gus Dur adalah sosok pemimpin yang memegang teguh prinsip. Namun hal itulah yang justru membuat Gus Dur jatuh dari tampuk kepemimpinan Presiden RI. 

"Dalam setahun (pemerintahan), Gus Dur sangat prinsipal sehingga dia ga bisa bertahan," kata Mahfud MD dikutip dari Youtube Padasuka TV.

Mahfud menceritakan ketika itu terjadi konflik antara Gus Dur dengan partai-partai. Partai-partai saat itu ingin ikut campur dalam pemerintahan.

"Ketika Gus Dur ramai dengan partai karena menurut Gus Dur saya ini presiden, ini presidensil kamu jangan ikut campur sementara partai ingin dapat bagian juga ingin ikut campurlah," ujar Mahfud.

Gus Dur menurut Mahfud memperbolehkan partai meminta bagian tapi Gus Dur yang menentukan jatahnya. 

"Tapi partai-partai ga mau dan Gus Dur pernyataannya kebetulan sangat kontroversial. Sehingga Gus Dur serangannya makin tajam dan tidak mau kompromi," ujarnya.

Melihat kondisi realitas di lapangan Gus Dur kalah, Mahfud MD bersama Hilal mendatangi Gus Dur memberi saran agar berkompromi dengan partai-partai.

Baca Juga: Bacapresnya Dapat Nama Baptis Yohanes, NasDem DKI: Bukti Anies Tak Pernah Politisasi Agama

Gus Dur malah marah. Ia tidak sependapat dengan realitas yang ada. Gus Dur kata Mahfud menyatakan harus membuat realitas baru seperti ketika menjatuhkan Presiden Suharto.

Karena tidak mau kompromi dengan partai-partai itulah menurut Mahfud MD yang membuat Gus Dur jatuh dari kursi RI 1.

"Tapi saya bangga membantu orang yang punya ini ya. Bangga," kata Mahfud dengan suara lirih menahan tangis.

"Ya terharu, saya bangga. Bangga betul saya. Yaudah kita ingin punya pemimpin yang punya pendirian begitu itu menurut saya penting. Prinsip," tuturnya. 

Load More