Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengenang detik-detik kejatuhan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dari kursi Presiden RI.
Di era Presiden Gus Dur, Mahfud MD adalah Menteri Pertahanan. Dia dikenal sangat dekat dengan cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari.
Menurut Mahfud, Gus Dur adalah sosok pemimpin yang memegang teguh prinsip. Namun hal itulah yang justru membuat Gus Dur jatuh dari tampuk kepemimpinan Presiden RI.
"Dalam setahun (pemerintahan), Gus Dur sangat prinsipal sehingga dia ga bisa bertahan," kata Mahfud MD dikutip dari Youtube Padasuka TV.
Mahfud menceritakan ketika itu terjadi konflik antara Gus Dur dengan partai-partai. Partai-partai saat itu ingin ikut campur dalam pemerintahan.
"Ketika Gus Dur ramai dengan partai karena menurut Gus Dur saya ini presiden, ini presidensil kamu jangan ikut campur sementara partai ingin dapat bagian juga ingin ikut campurlah," ujar Mahfud.
Gus Dur menurut Mahfud memperbolehkan partai meminta bagian tapi Gus Dur yang menentukan jatahnya.
"Tapi partai-partai ga mau dan Gus Dur pernyataannya kebetulan sangat kontroversial. Sehingga Gus Dur serangannya makin tajam dan tidak mau kompromi," ujarnya.
Melihat kondisi realitas di lapangan Gus Dur kalah, Mahfud MD bersama Hilal mendatangi Gus Dur memberi saran agar berkompromi dengan partai-partai.
Baca Juga: Bacapresnya Dapat Nama Baptis Yohanes, NasDem DKI: Bukti Anies Tak Pernah Politisasi Agama
Gus Dur malah marah. Ia tidak sependapat dengan realitas yang ada. Gus Dur kata Mahfud menyatakan harus membuat realitas baru seperti ketika menjatuhkan Presiden Suharto.
Karena tidak mau kompromi dengan partai-partai itulah menurut Mahfud MD yang membuat Gus Dur jatuh dari kursi RI 1.
"Tapi saya bangga membantu orang yang punya ini ya. Bangga," kata Mahfud dengan suara lirih menahan tangis.
"Ya terharu, saya bangga. Bangga betul saya. Yaudah kita ingin punya pemimpin yang punya pendirian begitu itu menurut saya penting. Prinsip," tuturnya.
Berita Terkait
-
Soekarno hingga Jokowi, Tujuh Presiden RI Diduga Berasal dari Trah Darah Biru, Budayawan Ungkap Silsilahnya
-
Cerita Zulfan Lindan Diajak Makan Gus Dur tapi Sama-sama Tak Ada Uang: Padahal Baru Dapat Puluhan Juta
-
Cerita Gus Dur Kerja di Belanda Jadi Tukang Pel Kapal Induk, Gaji Besar Tapi Pulang Berlumur Oli
-
Warga Asing Jangan Mimpi Beli Pulau di NKRI, Mahfud MD: Semua Tanah di Bumi Indonesia Hanya Boleh Dimiliki WNI!
-
Heboh Luhut Minta Jangan Sering-sering OTT KPK, Mahfud MD Pasang Badan: Apa yang Salah?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar