Suara Sumatera - Dua sosok kader PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Ganjar Pranowo bisa terbilang bersaing sengit guna dapatkan tiket maju sebagai Capres pada Pilpres 2024.
Pengamat Politik Hendri Satrio pun menyebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebenarnya sudah lebih dahulu mempersiapkan Puan Maharani dalam Pemilu 2024 mendatang.
Puan dipersiapkan mulai dari berada di eksekutif menjadi Menko, juga dipersiapkan di kalangan legislatif sebagai anggota DPR hingga menjadi ketua DPR dan Ketua DPP PDIP.
Sayangnya, persiapan ini terhalang dengan melejitnya nama Ganjar Pranowo sebagai kandidat kuat capres dari PDIP oleh sejumlah lembaga survei.
"Kalau kita lihat disiapkan kegiatannya memang Puan Maharani yang disiapkan. Komplit nih dia, dari DPR kemudian dari anggota sampai Ketua DPR, di partai juga begitu dari anggota sampai Ketua DPP bahkan masuk eksekutif sebagai Menko," tutur Hendri.
Elektabilitas Ganjar makin melejit jauh meninggalkan Puan Maharani.
"Tapi di tengah persiapan Puan, ini tiba-tiba muncul nama Ganjar Pranowo yang didukung oleh hasil survei dari berbagai lembaga survei yang cukup kinclong, walaupun saat ini sudah peak dia tidak menembus angka lebih dari 30%," jelasnya.
Hendri menyampaikan, jika Megawati biasanya menentukan kandidat capres sesuai dengan alasan ideologis bukan karena elektabilitas semata.
"Kalau kemudian misalnya Ganjar yang dipilih, ya tentu saja mbak Puan harus menunggu 10 tahun lagi tuh kalau Ganjar berhasil dua periode. Artinya dia baru bisa maju pada saat umurnya 61 tahun dan itu pun kalau masih kental ke-Soekarnoannya," sambung dia.
"Memang kalau Puan selain pertimbangannya pertimbangan ideologis, karena dia anak ideologisnya PDI Perjuangan. Puan ini juga masih bisa meneruskan trah Soekarno di PDI Perjuangan," ungkap Hendri.
Hendri menyimpulkan bahwa Megawati akan memilih Puan jika masih mempertahankan ideologinya dan trah Soekarno yang menjadi momen tepat maju sebagai Capres.
Salah satu lembaga survei pun pernah menyebutkan jika elektabilitas Ganjar Pranowo sudah menjadi 42,8 persen. Situasi ini dianggap telah mampu menghantarkan Ganjar menjadi Presiden, meski menghadapi sejumlah pesaing berupa tokoh pimpinan partai lainnya.
Berita Terkait
-
Megawati Bakal Umumkan Capres di Perayaan HUT ke-50 PDIP? Hasto: Saat Momen yang Tepat
-
Blak-blakan Sepupu Puan Maharani Akui Lebih Suka Jokowi Ketimbang Megawati Jadi Presiden: Soalnya...
-
Megawati Tugaskan Sekjen PDIP Temui Jokowi di Tengah Isu Reshuffle, Demi Sampaikan Ini
-
Akhirnya! PDIP Ungkap Tiga Ciri Capres yang Bakal Diusung, Siapa Pilihan Megawati?
-
Cucu Soekarno Blak-blakan Tak Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024, Alasannya Ternyata Karena Ini
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena