Suara Sumatera - Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih mengungkap fakta mengenai sejumlah kecurangan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024.
Salah satunya adalah adanya titipan dari Istana kepada KPU untuk meloloskan partai politik tertentu dalam hal ini Partai Gelora.
Fakta ini diungkap saat Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Bersih melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pada Rabu (11/1/2023) kemarin.
Dalam paparannya, perwakilan koalisi Hadar Nafis Gumay mengungkap tangkapan layar isi percakapan Ketua KPU RI Hasyim Asyari ke komisioner KPU salah satu provinsi.
Dalam percakapan itu, Ketua KPU RI memerintahkan KPU Provinsi untuk mengubah data Partai Gelora menjadi memenuhi syarat verifikasi parpol atas perintah dari Istana.
Sontak fakta ini mengejutkan mengingat Partai Gelora adalah partai baru yang merupakan pecahan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Banyak orang mulai mengaitkan sikap kritis pentolan Partai Gelora Fahri Hamzah terhadap calon presiden Partai Nasdem Anies Baswedan.
Fahri Hamzah memang akhir-akhir ini getol mengkritik Anies Baswedan sebagai capres yang dianggap kubu lawan pemerintah.
Fahri Hamzah menanggapi mengenai lolosnya Partai Gelora karena titipan Istana lewat cuitan panjang di Twitter.
Baca Juga: Kabar Buronan KPK Harun Masiku Disembunyikan Megawati Cs, Benarkah?
"Dalam sejarah, Setiap bayi yang lahir yang datang membawa perubahan besar pastilah ingin dimatikan oleh kemapanan oligarki dan kekuasaan.Mohon doa untuk @partaigeloraid agar siap menghadapi segala komplotan," cuit Fahri.
Fahri Hamzah balik menuding ada konspirasi yang ingin menjatuhkan Partai Gelora seiring mencuatnya isu tersebut.
"Kita ajak debat adu pikiran, malah main belakang mau main jegal. Kita kritik sistem pemilu lama eh para mantan curang sekongkol dengan pemain lama. @partaigeloraid tidak takut hadapi konspirasi mereka. Marah karena gagal hentikan langkah kami sekarang mau perang terbuka. Ayo!," tantang Fahri.
Bagi Fahri, sasaran dari koalisi masyarakat sipil itu bukan untuk menjatuhkan KPU RI tapi ingin menjatuhkan Partai Gelora.
"Sasaran mereka bukan penyelenggara pemilu sebab mereka juga mantan penyelenggara yang curang dulu. Rahasia mereka juga masih disimpan sama yg sedang mimpin sekarang. Jadi sasaran mereka adalah
@partaigeloraid. Dugaan saya mereka semua takut kami menang. Sangat takut," ujar dia.
Fahri lalu menyindir koalisi masyarakat sipil yang membuka fakta mengenai Partai Gelora di DPR RI. Menurut Fahri, mereka hanya mengaku masyarakat sipil tapi yang dibela adalah pengusaha dan konglomerat yang membuat partai politik.
Berita Terkait
-
Persiapkan Diri Menyongsong Pemilu 2024, PKB Bakal Gelar Ijtima Ulama
-
Dikabarkan Hubungannya Renggang, Sandiaga Pamerkan Pertemuan dengan Prabowo
-
Menuju Tahun Politik, Muhammadiyah dan LDII Tegaskan Umat Jangan Terpecah
-
Ogah Dahulukan Putusan MK, Mendagri: Posisi Pemerintah Tidak Endorse Sistem Proporsional Terbuka atau Tertutup
-
Ada Arahan dari Megawati di HUT PDIP, Gibran: Harus Turun Jelang Pemilu 2024
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia