/
Sabtu, 14 Januari 2023 | 21:45 WIB
Ilustrasi Grace Natalie. Pengamat politik menilai Grace Natalie tidak perlu meminta maaf ke Megawati karena telah mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres. (Suara.com)

Suara Sumatera - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta maaf ke Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri karena telah mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden. 

Permintaan maaf ini disampaikan Grace Natalie setelah mendengar pidato Megawati yang menyindir partai lain mengusung kader PDIP sebagai capres

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai PSI tidak perlu meminta maaf kepada PDIP karena telah mendeklarasikan kader PDIP Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden dari PSI.

“Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, tidak perlu meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri, karena telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo, sebagai bakal calon Presiden dari PSI,” ucap dia, Sabtu (14/1/2023).

Alasannya karena di dalam AD dan ART PDIP, UU Parpol, maupun UU Pemilu tidak melarang sebuah partai politik mencalonkan seseorang menjadi bakal calon presiden dari kader partai politik lain atau dari seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bukan kader partai politik, bahkan dibukakan pintu untuk berkoalisi.

“Pendeklarasian GP (Ganjar Pranowo), kader PDIP sebagai bakal calon presiden 2024 oleh Partai PSI sah-sah saja, karena hal itu merupakan bagian dari proses pendidikan politik,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa UUD 1945 mensyaratkan seorang calon presiden atau wakil presiden haruslah seorang warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganengaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden.

Dengan demikian, meskipun GP adalah kader PDI P, tidak menghapus hak GP untuk menjadi bacapres pada partai politik lain, dan karena itu tidak menjadi halangan bagi GP atau bagi partai politik lain di luar PDIP untuk menjadikan GP sebagai bakal calon presiden 2024, sebagaimana telah dilakukan PSI atau PAN dalam Pilpres 2024.

“Karena itu, tidak menjadi halangan bagi PSI atau PAN atau parpol lainnya untuk merekrut GP untuk menjadi capres di luar PDI P,” kata dia. (ANTARA)

Baca Juga: Hasil Manchester United vs Manchester City: Marcus Rashford Bawa Setan Merah Menang 2-1

Load More