/
Senin, 16 Januari 2023 | 13:14 WIB
Ilustrasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rizal Ramli tak percaya SBY di balik gerakan 212. (Twitter/SBYudhoyono)

Suara Sumatera - Hubungan kedua pemimpin partai ini, PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono memang terbilang tidak harmonis. Keduanya diungkapkan saling menjaga jarak dan tidak satu haluan.

Diungkap Panda Nababan, ada perihal yang membuat Megawati Soekarnoputri membenci Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Sosok SBY dinilai Megawati sebagai suka tidak jujur alias berbohong.

Wartawan senior Panda Nababan mengungkapkan jika SBY kedapatan beberapa kali berbohong kepadanya. Salah satu kejadian saat SBY ditanya oleh Megawati saat rapat para menteri, mengenai niatan ingin maju menjadi Presiden.

Ketika itu, SBY mengaku pada Megawati, jika tidak ingin maju sebagai Presiden. Sayangnya, ungkapan tersebut diingkari dengan maju sebagai Presiden dan berlangsung selama dua periode.

Diterangkan Panda, jika saat itu, dia juga pernah diminta Megawati Soekarnoputri untuk bertanya pada SBY mengenai beberapa pertanyaan.

Pertanyaan pertama, apakah benar SBY pernah menyebutkan jika sosok Megawati sudah menjadi orang yang berada dicomberan.

"Pertanyaan kedua ia menanyakan apakah benar ada rencana deklarasi partai di kantor SBY, Menkopulkam," ujar Panda mengulang pertanyaan Megawati pada SBY.

Panda Nababan pun mengingatkan SBY pernah berkata pada Megawati jika tidak akan maju menjadi Presiden.

"Saat bertemu SBY ternyata ia tidak menjawab, hanya dengan gaya duduk begini sambil melihat langit-langit saja. Semua pertanyaan tidak dijawab, kuhabisi saja pisang goreng di meja, baru kemudian ku laporkan jika seluruh pertanyaan Megawati tidak dijawab, baru kemudian diketahui SBY punya partai dan maju Pilpres," terang Panda.

Baca Juga: Akses Tweetbot Dkk Diputus, Twitter Masih Bungkam

Load More