/
Rabu, 18 Januari 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi Potret Aji Yusman dulu dan sekarang. Aji Yusman sempat tidak mengakui adanya Tuhan. (Instagram)

Suara Sumatera - Pesinetron Aji Yusman pernah mengalami perjalanan spiritual justru ketika dirinya menolak keberadaan Allah, sebagai Tuhan

Ini terjadi setelah ibundanya meninggal dunia. Aji Yusman mengaku marah atas keputusan Tuhan yang mengambil ibunya dari dunia. 

Sejak itu Aji Yusman tidak lagi mengucap kalimat-kalimat Allah, tidak lagi mau salat dan tidak percaya akan keberadaan Tuhan. 

Lalu tiba ada satu momen yang membuatnya berubah. Ketika itu memasuki waktu salat isya, azan berkumandang.

Namun anehnya Aji Yusman tidak mengenali suara muazin tersebut. Padahal Aji mengaku sangat mengenal suara muazin di masjid-masjid sekitar rumah kakeknya. 

Entah kenapa begitu mendengar suara azan tersebut, Aji Yusman memutuskan salat. Saat memasuki rakaat kedua, tiba-tiba gelap.

"Ini true story bro, ya gua berani mempertanggungjawabkan statemen gua ini di Yaumil Akhir," ujarnya mempertegas di Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo. 

Menurut Aji, jika mati lampu biasanya dia masih bisa melihat sajadah atau tangannya. Namun saat itu ia tidak bisa melihat apapun karena gelap gulita.

"Di kejauhan muncul titik putih, putih ga pernah gua lihat di dunia ini, kecil, menyilaukan tapi ga sakit mata ini," kata dia.

Baca Juga: Lindungi Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama, Dishub Semarang Siap Tingkatkan Pembatasan Kendaraan Bermotor

Titik putih itu lama-kelamaan mendekat, membentuk sesuatu besar. Saking besarnya, kata Aji mengambarkan, dirinya mau buang pandangan ke manapun tidak bisa.

"Ini gua pernah lihat bentuk ini dimana ya. Ini merinding dari ujung rambut sampai ujung kaki, gua lihat foto Allah yang gua lihat. Shaking," tutur Aji.

Kemunculan titik putih itu membuat Aji sampai lupa dengan bacaan surat Al fatihah.

"Sampai surat Alfatihah jadi ga hafal. Blur. Bismillah aja ga bisa ngucap. Akhirnya ya Allah izinkanlah aku, aku tahu aku salah selama ini aku tahu Kamu ada ya Allah. maafkan aku ya Rabbi. Langsung bisa baca Alfatihah," tuturnya.

Selesai salat, Aji pergi ke warung yang terletak di belakang rumah kakeknya. Di sana ia bertanya ke penjaga warung apakah tadi mati lampu. Ternyata si penjaga warung menjawab tidak mati lampu.

"Itu adalah suatu pembuktian yang lu pikir Dia ga ada tapi Dia ada," kata Aji mengambil hikmah dari peristiwa itu. 

Load More