Suara Sumatera - Kasus pembunuhan berencana brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat memang menjadi perhatian publik. Tidak terkecuali pejabat negara seperti halnya Mahfud MD.
Namun tidak hanya Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun termasuk yang bereaksi atas kasus ini. Kasus yang sudah memasuki tahap akhir yakni sidang vonis para terdakwa berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Pada Selasa (14/2/2023) kemarin, Ferdy Sambo yang merupakan otak dari peristiwa pembunuhan tersebut sudah menerima keputusan vonisnya. Dia divonis berat yakni hukuman mati. Sedangkan sang istri, Putri Candrawathi pun divonis berat selama 20 tahun penjara.
Pada hari Rabu (15/2/2023), terdakwa kelima yang juga bertindak sebagai saksi kunci, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mendapatkan keputusan vonis atas perbuatannya menembak brigadir J.
Pembacaan vonis pengadilan tersebut ternyata disaksikan oleh dua menteri tersebut. Mahfud MD tampak menonton sidang Bharada E bersama dengan Menteri Prabowo Subianto.
Belum diketahui apa yang menyebabkan keduanya berada di satu ruangan dan menyaksikan bersama keputusan bagi Bharada E tersebut. Namun momen keduanya menyaksikan sidang berhasil mencuri perhatian para netizen.
Dalam video yang dibagikan di media sosial Instagram, terlihat Mahfud MD duduk di mejanya sementara Prabowo Subianto duduk tidak jauh dari meja tersebut.
Saat hakim membacakan vonis, keduanya terlihat dengan seksama memperhatikan layar televisi. Usai hakim membacakan vonis tersebut, keduanya kompak dan sontak bereaksi.
Tampak Mahmud MD bertepuk tangan. Hal yang sama dilakukan Prabowo Subianto yang juga bersuka atas peristiwa tersebut.
Baca Juga: Eksotisnya Teluk Love, Destinasi Wisata Alam Romantis Berbentuk Cinta
Tampak Prabowo kemudian mengangkat kedua tangannya sembari bertepuk yang diawali berteriak senang.
Mahfud MD menjelaskan dirinya senang sekaligus gembiran atas vonis hakim yang memimpin kasus Eliezer.
"Alhamdulillah, saya tidak tahu mengapa hati saya gembira dan bersyukur setelah membaca vonis hakim atas Eliezer ini," kata Mahfud.
Mahfud menilai hakim memiliki keberanian dalam mengambil keputusan.
"Saya melihat hakim itu punya keberanian, hakim itu objektif membaca seluruh fakta persidangan dan dibacakan semua. Yang mendukun Eliezer, yang memojokkan Eliezer dibaca semua. Suara-suara masyarakat di dengarkan. Rongrongan-rongrongan yang mungkin ada untuk membuat putusan tertentu tidak terpengaruh pada hakim. Saya lihat putusannya menjadi sangat rohis.
Tentu menurut saya berkemanusiaan, ngerti denyut-denyut kehidupan masyarakat, kemudian progresif juga. Sehingga saya melihat para hakim adalah hakim-hakim yang bagus diantara banyak hakim yang memang juga bagus. Kalau tidak menangani kasus-kasus yang biasanya penuh tekanan biasanya tidak bagus. Taoi kalau ini tidak terpengaruh oleh public opinion, tetapi dia memperlihatkan public common sense," sambung Mahfud MD.
Berita Terkait
-
Wah! IPW Menilai Vonis Hakim Richard Eliezer dan Ferdy Sambo Sarat Muatan Politis
-
Richard Eliezer Divonis Ringan, Uya Kuya: Alhamdulillah, Sesuai Prediksi
-
Nangis Haru Bharada E Divonis Ringan, Robby Purba Wanti-wanti Saat Bebas
-
Helaan Napas Richard Eliezer yang Hempas Vonis Hukuman Jadi 1,5 Tahun
-
Konsep JC Diterapkan dalam Vonis Ringan Bharada E, Anggota Komisi III Yakin Putusan Hakim jadi Yuresprudensi
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Punya Karier, Urus Keluarga, dan Tetap Waras? Mitos "Harus Bisa Semuanya" yang Menghantui Perempuan
-
Pagar Tinggi Mal Kota Kasablanka Kini Lenyap, Berganti Dekorasi HUT RI
-
Eza Lubis Bangun Konten Olahraga, Padukan Karier Perbankan dan Dunia Kreator Digital
-
Pengamat Soroti Rencana Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah: Dengarkan Keluhan, Jangan Cuma Beri Arahan
-
WNA Amerika Jual Lahan di Kintamani Bali, Begini Respons Imigrasi
-
Bedak Wardah Colorfit Shade 33W Olive Beige Cocok untuk Warna Kulit Apa? Cek di Sini!
-
9 Sabun Cuci Muka Pria untuk Mencerahkan Wajah, Ampuh Angkat Minyak dan Kulit Kusam
-
Ada Wanita 19 Tahun di Rumah Dinas Mantan Kalapas Waingapu, Kanwil Ditjenpas Beri Klarifikasi
-
Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik
-
Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026