Suara Sumatera- Sosok Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto mendadak diperbincangkan publik. Dia dengan emosinya menyatakan ketidapercayaan pada perusahaan PT PetroChina.
Saking kesal dan emosinya, ia pun ingin mengusir perusahaan ini dari tanah Jambi. Berikut sederet rasa kesal bupati terhadap PT PetroChina dan SKK Migas.
1. Sebut PT PetroChina bohong
Bupati Romi Hariyanto menyebut PT. PetroChina berbohong.
"Terlalu banyak kebohongan. Apakah PT PetroChina ialah negara dalam negara. Oleh karena itu sudah saya putuskan, saya sudah tidak mau berurusan dengan PetroChina, sudah saya keluarga perusahaan tersebut dari forum CSR," kata bupati Romi Hariyanto.
2. Ingin mengusir PetroChina
Dia pun menyebutkan jika PetroChina lebih baik diusir sekaligus membubarkan lembaga pemerintah, SKK Migas yang disebut sebagai centeng perusahaan tersebut.
"Jika saya ada kewenangan maka saya usir PetroChina dan bubarkan SKK Migas," kata bupati dalam sambutannya yang kemudian viral tersebut.
3. PetroChina disebut sebagai perusahaan merampok hasil bumi
Baca Juga: Profil Zulfan Lindan, Dinonaktifkan Lalu Cabut dari Nasdem Buntut 'Anies Antitesa Jokowi'
Orang nomor satu di kabupaten Tanjung Jabung ini menilai jika perusahaan dan lembaga SKK Migas hanya sebagai perusahaan merampok hasil bumi daerah mereka.
Kekesalan ini disampaikan Romi Hariyanto saat peresmian kantor Koramil 419/5 Geragai, Selasa, 21 Maret 2023 lalu, bupati Romi Hariyanto begitu emosi melontarkan kritiknya pada perusahaan tersebut.
Romi Hariyanto mengungkapkan perihal ketidakpercaayaan pada SKK Migas dan PT PetroChina.
4. PetroChina tidak melaksanakan komitmen
"Jadi saya bilang PetroChina hanya merampok. Apa komitmen yang dibangun PetroChina dan masyarakat dan pemda dak pernah jalan dan selalu dilindungi SKK Migas," ujarnya dalam sambutan tersebut.
5. Perusahaan tidak sebanding dengan SDA yang sudah diambil
Tag
Berita Terkait
-
Desa Wisata Tebat Benawa, Desa Wisata Kopi yang Olah Ampas Kopi Jadi Sabun
-
Simak, Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1444 Hijriah Kabupaten Lahat
-
Aturan Baru, PT KAI Perbolehkan Penumpang Berbuka Puasa Saat Naik LRT Sumsel
-
Menikmati Keindahan Danau Kerinci dari Bukit Penawa yang Memesona
-
Huhah! Menjajal Cemilan Pedas Cimol dan Kroninya di Gerai Kandang Macan
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta