Suara Sumatera - Nikita Mirzani kembali berkoar-koar di media sosial. Kali ini yang menjadi sasaran tembak adalah Mak Vera, manajer almarhum Olga Syahputra.
Nikita Mirzani membahas kasus lama yang sudah jadi pembicaraan yaitu mengenai ulah Mak Vera yang menghabiskan uang Olga Syahputra di meja judi.
Dikutip dari akun TikTok @/keluargakecildijerman, Nikita Mirzani menyatakan bahwa Mak Vera adalah sosok jahat.
"Vera itu jahat. Waktu almarhum Olga sakit di Singapura, kerjaan dia bukannya nungguin almarhum, tapi main judi 2x24 jam, nggak pulang-pulang," kata Nikita Mirzani, Senin (27/3/2023).
Kekasih Antonio Dedola ini bahkan menantang Mak Vera melaporkannya ke polisi. Nikita tak takut kasus ini dibawa ke ranah hukum karena memiliki bukti.
"Laporin gue ke polisi. Gue punya foto-foto, semuanya," ungkap Nikita Mirzani.
Akibat menghabiskan uang Olga Syahputra untuk main judi di Singapura, Mak Vera kata Nikita Mirzani, tak lagi dekat dengan keluarga Olga.
"Uangnya almarhum Olga habis, dipakai buat main judi," kata Nikita Mirzani.
"Makanya kan elu lihat, mana dekat dia sama keluarganya Olga? Billy aja ogah deket-deket sama dia," imbuhnya menjabarkan.
Baca Juga: Keistimewaan 10 Hari Pertama Ramadhan, Ini Amalan yang Bisa Datangkan Berkah dan Pahala Berlimpah
Tak hanya Olga Syahputra, Nikita Mirzani juga sebenarnya menjadi sosok yang dirugikan. Sebab katanya, ada uang atas pekerjaan yang belum dibayar.
"Eeeuuh, kalau ketemu, mau gue jambak. Duit gue belum dibayar, hasil gue kerja, satu sen pun belum di bayar," ungkapnya.
Permasalahannya soal isu Mak Vera berjudi saat Olga Syahputra sakit, sebenarnya sudah muncul beberapa tahun lalu. Namun kini kembali diungkit Nikita Mirzani.
Segelintir orang menduga, Nikita Mirzani memang ingin mengangkat kasus itu agar dirinya kembali mendapat sorotan.
"Sudah sepi, butuh kasus buat naik. Anyepin," kata @kak*****.
"Berita ini sudah lama, di-up lagi biar viral?" Sahut @ike*****
Berita Terkait
-
Mak Vera Langsung Klarifikasi Usai Disenggol Nikita Mirzani, Apa Katanya?
-
Ungkit Kasus Judi Mak Vera di Singapura, Nikita Mirzani Dituding Lagi Sepi Job: Anyepin!
-
Sindir Hotman Paris Tak Punya Harga Diri, Nikita Mirzani: Jadi Lawyer Dito Mahendra, Lebih Banyak Minta Duitnya!
-
Daripada Gimik Bareng dr Richard Lee, Nikita Mirzani Sarankan Hotman Paris Cari Uang jadi Pengacara Dito Mahendra
-
Sebut Baim Wong Artis Terkonten, Nikita Mirzani Dijapri Suami Paula Verhoeven: Galak Banget Sih
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pekerja Commute: Dari "Pepes" ke Pelaku Net Zero Emission yang Sukses
-
Rincian Harta Kekayaan Perry Warjiyo, Mundur Jadi Gubernur BI Setelah 8 Tahun Menjabat
-
Perry Warjiyo Mundur, Gimana Nasib Stabilitas Keuangan RI
-
Di Balik Remang Warung Pangku Gresik: HIV, Sifilis, hingga Jeratan Sabu Terbongkar
-
Serial Hollywood 'Reacher' Tayang di Mana? Ini Peran Agnez Mo dan Anggun C Sasmi
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?