Suara Sumatera - Puluhan orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam bentrokan bersenjata antara tentara Sudan dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF).
Liga Arab menyerukan penghentian kekerasan di Sudan dan menawarkan menjadi penengah antara rival militer yang berkonflik di negara itu. RSF merupakan pasukan paramiliter berpengaruh di Sudan yang dibentuk sejak perang Darfur pada 2013.
Liga Arab menyatakan siap mengerahkan upaya untuk membantu Sudan mengakhiri krisis secara berkelanjutan, dengan cara yang melayani kepentingan rakyat Sudan.
Organisasi itu memperingatkan dampak serius dari eskalasi kekerasan di Sudan, karena "ruang lingkup yang sulit ditentukan secara internal dan regional".
Pertemuan Liga Arab diadakan atas permintaan dari Mesir dan Arab Saudi untuk membahas perkembangan di Sudan.
Pada Minggu pagi, Mesir dan Sudan Selatan menawarkan untuk menjadi penengah guna menyelesaikan krisis antara tentara Sudan dan RSF.
Sementara RSF menuduh tentara menyerang pasukannya di selatan Khartoum dengan senjata ringan dan berat, militer mengatakan RSF menyebarkan kebohongan dan menudingnya sebagai kelompok pemberontak.
Perselisihan antara kedua belah pihak mengemuka pada Kamis (13/4/2023) saat tentara mengatakan gerakan baru-baru ini oleh RSF telah terjadi tanpa koordinasi dan bersifat ilegal, dan keretakan antara kedua pihak berpusat pada usulan transisi ke pemerintahan sipil.
Sudan tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak Oktober 2021, ketika militer membubarkan pemerintahan transisi Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat dalam sebuah langkah yang dikecam oleh kekuatan politik sebagai kudeta.
Baca Juga: Gelar Aksi Protes saat Ramadan, Ini Sederet Tuntutan Massa Partai Buruh di Depan DPR
Masa transisi Sudan, yang dimulai pada Agustus 2019, dijadwalkan berakhir dengan pemilu pada awal 2024. [Antara]
Berita Terkait
-
Jumlah Korban Tewas di Sudan Capai 56 Orang
-
Hindari Bentrok Militer, Mahasiswa Indonesia Di Sudan Diungsikan Ke Lokasi Aman
-
Viral Video Presiden Sudan Selatan Ngompol Saat Menghadiri Acara Resmi
-
Geger, Video Presiden Sudan Selatan Ngompol di Tengah Acara Tersebar, 6 Jurnalis Ditahan
-
Heboh Video Presiden Sudan Selatan Ngompol, Enam Jurnalis Ditahan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Review Jakarta Sebelum Pagi: Menyingkap Misteri Surat dan Luka Masa Lalu
-
Daftar Harga Motor Listrik Polytron April 2026, Mulai Rp11 Jutaan
-
Senyum Semringah Jemaah Calon Haji Embarkasi Surabaya: Dokumen Siap, Biaya Tak Naik
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Data Transaksi Digital Kompleks, Data Center ISC Makin Canggih
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
42 Kode Redeem FC Mobile 15 April 2026, Daily Gifts Pemain 117 dan 1.000 Rank Up Menanti
-
Malam Mencekam di Bandar Lampung: Perjuangan Tim SAR Evakuasi 109 Warga dari Kepungan Banjir
-
Harga Google Pixel 9 Terbaru April 2026 di Indonesia, Ini Keunggulannya