Suara Sumatera - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) telah melakukan pemanggilan terhadap selebgram yang terlapor kasus penghinaan agama, dengan konten makan daging babi namun baca bismillah.
Penyidik Subdit V siber Ditreskrimsus Polda Sumsel berencana kembali akan memanggil Lina Mukherjee. Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Agung Marlianto yang membenarkan penyidiknya telah melayangkan surat panggilan pertama terhadap Lina Mukherjee.
Kasus penistaan agama yang menjerat influencer tersebut rupanya terus bergulir, penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel bahkan telah menghadirkan tiga saksi ahli serta memintai pendapat Fatwah dari MUI Sumsel.
“Surat undangan klarifikasi yang dilayangkan terkait kasus ini (penistaan agama). Surat telah kami kirimkan ke dua alamat yakni ke alamat rumah dan apartemen yang bersangkutan,” ujarnya.
Katanya surat klarifikasi tersebut telah diterima petugas security apartemen tempat Lina Mukherjee tinggal, sementara surat panggilan satunya lagi telah dikirim ke alamat rumah Lina Lutfiah dan telah diterima oleh salah seorang penghuni rumah tersebut.
Pihaknya juga mengirimkan surat panggilan tersebut ke nomor WhatsApp dari terlapor yang hingga kini belum mendapatkan balasan.
Agung juga menjelaskan bahwa penyidiknya juga telah memintai pendapat dari komisioner MUI Sumsel Dr Nurcholis. “Akan kita layangkan surat undangan klarifikasi kedua terhadap LM dan akan kita ajukan permohonan gelar perkara,” ungkap Kombes Agung.
Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Lina Mukherjee tersebut dilaporkan oleh pengacara sekaligus Ustadz M Syarif Hidayat SH ini dan ditangani oleh Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Mangkirnya Lina Mukherjee dari panggilan penyidik itu diketahui usai kuasa hukum dari pelapor yakni Sapriadi Syamsudin yang berkoordinasi sudah sejauh mana tindakan penanganan oleh penyidik atas Laporan klien tersebut.
Baca Juga: Inara Rusli Sebut Virgoun Selingkuh Agar Fetish yang Dimiliki Terpenuhi
Dari hasil koordinasi-nya diketahui penyidik telah memanggil terlapor Lina Mukherjee namun panggilan pertama tersebut Lina Mukherjee mangkir.
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, Sapriadi mengaku merasa kecewa terhadap terlapor yang tidak kooperatif meski penyidik telah melayangkan surat pemanggilan.
“Seharusnya terlapor sebagai warga negara yang baik harus patuh hukum. datang dong untuk diperiksa penyidik. ini banyak orang yang menunggu perkembangan kasus tersebut,” kata Sapriadi Syamsudin.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Martapura OKU Timur Berlebaran Idul Fitri di Kepungan Banjir Dan Longsor
-
Membludak Sampai ke Jembatan Ampera, Umat Muslim Padati Masjid Agung Palembang Gelar Salat Id
-
Salat Id Dipusatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Ruas Jalan Jembatan Ampera Bakal Ditutup Besok
-
Padahal Sudah Janji Bakal Transfer, Lina Mukherjee Malah Ngamuk Saat Ditagih Uang THR: Urusanku Banyak!
-
Cerita Jemaah Muhammadiyah di Palembang Berlebaran Lebih Cepat tapi Tetap Utamakan Toleransi
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
BRI Sambut Penempatan Dana SAL Pemerintah, Pembiayaan Produktif Jadi Prioritas
-
Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen
-
Dana SAL Rp400 Triliun Masuk Himbara, BRI Siap Perkuat Pembiayaan UMKM dan Sektor Produktif
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Datang Bahas Sengketa Lahan, Pria di OKI Ditembak 3 Kali, Pelaku Diburu Polisi
-
Debut Sensasional, Cape Verde Jadi Tim Anomali di Ajang Piala Dunia 2026
-
Unhas Cetak Wirausaha Baru, Ikan Pindang Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia