Suara Sumatera - Belum lama ini terjadi pertemuan Partai Demokrat kepada PDI Perjuangan (PDIP) yang diwakilkan pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dan Puan Maharani. Banyak yang menilai upaya ini ialah upaya menjegal Anies Baswedan sebagai Capres pada Pilpres 2024.
Karena sebelumnya Partai Demokrat ialah menjadi salah satu partai yang mendukung Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.
Namun belum lama ini, Politikus Partai Demokrat Denny Indrayana pun mengaku mendapat informasi jika ada seorang menteri yang tengah ditarget, bahkan akan menjadi tersangka korupsi.
Hal ini karena menteri tersebut berada di barisan oposisi Pemerintah.
"Pagi tadi saya kembali mendapatkan informasi penting. Kali ini soal dugaan kasus korupsi yang sedang berjalan di KPK. Yang ditarget menjadi tersangka lagi-lagi adalah lawan oposisi. Seorang Menteri dengan inisial S*L.
Denny menilai manuver politik ini justru akan semakin meneguhkan Partai Nasdem di dalam kaolisi.
"Dalam satu pertemuan elit partainya, Surya Paloh dikabarkan menegaskan,
"Abang ini jangankan masuk penjara, dibunuh pun tetap tidak akan berubah mendukung Anies Baswedan," kata Denny.
Dia menilai saat ini hukum memang benar-benar direndahkan menjadi alat mengganggu koalisi dan penentu arah pencapresan saja.
Baca Juga: Sambut Jakarta Fair Kemayoran 2023, PT Wahana Makmur Sejati Siapkan Promo dan Diskon Super Seru
Denny mensinyalir kalau langkah ini murni politis, tujuannya untuk menjegal pencapresan Anies Baswedan dan menganggu Koalisi Perubahan.
"Tujuannya jelas, mengganggu koalisi KPP, dan menjegal pencapresan Anies Baswedan," kata Denny.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Pasrah soal Nasibnya Bakal Jadi Cawapres Atau Tidak, Sandiaga Usai Gabung PPP: Saya Ikhlas
-
Anies Harga Mati! Surya Paloh: Jangankan Masuk Penjara, Dibunuh pun Bakal Tetap Dukung
-
Puan dan AHY Direncanakan Bertemu, Nasdem Kasih Peringatan: Jangan Sampai Ganggu Koalisi!
-
Disindir Partai Kecil Pengganggu, Begini Sepak Terjang PSI Jika Dibandingkan dengan PDIP
-
Setianya Surya Paloh Pada Anies Baswedan: Dibunuh pun Tetap Tidak Akan Berubah Dukungan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman