/
Minggu, 18 Juni 2023 | 22:47 WIB
Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. [ist/dok IG @aniesbaswedan] (Instagram)

Suara Sumatera - Pengamat politik Rocky Gerung melihat ada upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) melemahkan Anies Baswedan.

Jokowi sudah menunjukkan gerakan anti-Anies. Pernyataan tersebut Rocky Gerung merespons kabar akan berkumpulnya ribuan kader Demokrat di Jakarta dengan ditemani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengawal putusan MA soal PK Moeldoko.

Rocky menjabarkan, intervensi pada Demokrat bermuara pada pelemahan Anies.

"SBY masih aktif untuk memantau perkembangan demokrasi. SBY sering terganggu jika Presiden Jokowi memberikan sinyal yang tidak paham demokrasi," ujarnya dalam video yang diunggah YouTube Rocky Gerung Official, dikutip Minggu (18/6/2023).

Sikap Jokowi yang membiarkan Moeldoko, notabenenya merupakan orang dekat presiden melakukan intervensi pada kedaulatan partai politik akan dinilai buruk oleh publik.

Publik melihat adanya upaya Jokowi melemahkan Demokrat.

"Orang melihat bahwa Jokowi juga ingin agar Demokrat dilemahkan. Kalau dilihat lemah, lebih mudah untuk membatalkan Anies. Intinya, semua ini soal Anies Baswedan," tegasnya.

Kecurigaan publik akan meningkat.

Dengan begitu, Jokowi dianggap melakukan kecurangan di akhir masa kekuasaannya.

Baca Juga: Ari Wibowo Berdalil Perjanjian Pra Nikah Biar Lindungi Harta Inge Anugrah: Yang Kaya Raya Dia Kok

Rocky meminta Jokowi berhenti menunjukkan intervensi politik apalagi dengan terang-terangan Presiden Indonesia ke-7 itu malah mengaku akan melakukan cawe-cawe dalam Pemilu 2024.

"Justru karena diperlihatkan keadaan anti-Anies, orang merasa 'ini akan curang'. Jadi, hentikan saja," ujarnya.

"Anies juga mungkin gak terpilih tuh dalam proses negosiasi antara tiga parpol karena nggak ketemu wapres. Kalaupun nggak terpilih, itu karena problem internal di koalisinya sendiri, bukan karena intervensi politik Jokowi," tandas Rocky.

Load More