- Cabai rawit merah turun ke Rp73.089/kg, namun tetap lebih tinggi dari pekan lalu.
- Harga daging kerbau melonjak tajam menjadi Rp148.333/kg, naik 2,19 persen.
- Mayoritas harga beras dan tepung terigu mengalami tren penurunan harian.
Suara.com - Menjelang 3 hari bulan Ramadan, sejumlah harga komoditas terpantau mengalami kenaikan harga. Meski sejumlah komoditas hortikultura mulai mendingin, beberapa komoditas protein hewani dan minyak goreng justru menunjukkan tekanan kenaikan.
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin (16/2/2026), kelompok cabai-cabaian terpantau mengalami penurunan harian, namun harganya dinilai masih relatif tinggi bagi konsumen.
Cabai rawit merah, yang menjadi primadona kenaikan harga belakangan ini, tercatat turun Rp585 (0,79%) menjadi Rp73.089 per kilogram. Meski terkoreksi, posisi ini masih jauh lebih mahal dibandingkan harga pada 8 Februari lalu yang berada di level Rp68.483 per kilogram.
Penurunan lebih signifikan terjadi pada cabai merah keriting yang merosot 4,90% ke angka Rp41.801 per kilogram, serta cabai merah besar yang terjun 6,93% ke posisi Rp37.925 per kilogram. Setali tiga uang, bawang merah juga ikut turun 3,46% menjadi Rp39.645 per kilogram.
Di sektor pangan pokok, harga beras mayoritas bergerak turun tipis. Beras premium dibanderol Rp15.393 per kilogram (turun 0,76%), beras medium Rp13.229 per kilogram (turun 0,87%), dan beras SPHP bertengger di Rp12.391 per kilogram.
Namun, sorotan tertuju pada kelompok protein hewani. Harga daging kerbau segar lokal melonjak signifikan sebesar 2,19% atau naik Rp3.179 menjadi Rp148.333 per kilogram. Lonjakan ini cukup tajam mengingat pada 8 Februari lalu harganya masih di kisaran Rp141.000. Sementara itu, daging sapi murni stabil tipis di angka Rp138.134 per kilogram.
Tekanan inflasi ringan terlihat pada minyak goreng. Versi kemasan naik tipis menjadi Rp21.002 per liter, sedangkan minyak goreng curah naik cukup terasa sebesar 2,18% ke posisi Rp18.085 per liter.
Kabar baik datang dari komoditas pakan dan terigu. Jagung tingkat peternak turun 4,46% menjadi Rp6.578 per kilogram. Begitu pula dengan tepung terigu kemasan dan curah yang masing-masing terkoreksi ke angka Rp12.595 dan Rp9.395 per kilogram.
Baca Juga: 25 Link Contoh Undangan Buka Puasa Bersama, Bisa untuk Alumni hingga Teman Kantor
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia