Suara Sumatera - Kritikus Faizal Assegaf kembali membuat pernyataan menghebohkan, ia menilai jika polemik rumput Jakarta International Stadium (JIS) sengaja dimunculkan guna meredam berita kasus korupsi BTS Kominfo.
Dalam penjelasannya, Faizal Assegaf mengatakan bahwa keterangan terdakwa kasus korupsi BTS Kominfo, yakni mantan Menkominfo Johnny G Plate, membuat Istana kepanasan.
Dalam sidang dengan agenda pembacaan eksepsi pada Selasa (4/7), Johnny menyebut bahwa proyek BTS 4G yang kini terseret kasus korupsi merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kasus kejahatan korupsi delapan triliun tersebut telah mengguncang Istana. Maklum, sejumlah nama orang kuat di lingkaran keluarga inti Ketum PDIP Megawati diduga terlibat," kata Faizal Assegaf, dikutip Jumat (7/7/2023).
Dia menerangkan, jika suami Ketua DPR Puan Maharani bernama Hapsoro Sukmonohadi alias Happy Hapsoro menggegerkan publik.
"Johnny Plate yang merasa terzalimi beri sinyal kuat di persidangan bahwa proyek BTS yang sangat lezat itu sepenuhnya dilakukan atas arahan Jokowi. Isu panas itu membuat panik situasi di gorong-gorong kekuasaan," bebernya.
Sehingga disebutkan jika satu per satu menteri terpaksa bermain 'lompat kodok' di atas rumput. Diketahui, dalam inspeksinya ke JIS, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN sekaligus Ketum PSSI, Erick Thohir, mengatakan bahwa rumput JIS perlu diganti. Alhasil, terjadi kegemparan di media massa soal polemik rumput JIS.
"Situasi itu muncul bersamaan dengan pemberitaan Jokowi terseret skandal BTS yang membuat mendidih ruang publik. Namun, di jejaring media sosial para buzzer Istana sibuk melempar kebencian pada rumput JIS," jelas Faizal.
"Rakyat yang cerdas tentu bisa menyimpulkan: Hampir seluruh media massa memberitakan nama Jokowi terseret kasus BTS, kok lucunya rumput JIS tiba-tiba yang disalahkan," ucapnya.
Baca Juga: Fakta-fakta Pembunuhan Pensiunan TNI: Dibuang di Tol, Digulung Karpet
Polemik perlu tidaknya penggantian rumput JIS memang telah memanas akhir-akhir ini. Pihak yang kontra menyimpulkan bahwa hal itu dilakukan hanya untuk menyerang Anies Baswedan.
Kini, JIS selalu dikaitkan sebagai prestasi Anies.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Soal Reputasi Anies Baswedan yang Dianggap Intoleran, Yenny Wahid: Biar Dijawab Sendiri
-
Ungkit Dinasti Jokowi hingga Korupsi BTS Johnny Plate, Emak-emak Demo di Sarinah: Negeri Ini Tak Sedang Baik-baik Saja!
-
Teka-teki Cawapres Ganjar, Anies, dan Prabowo, Ini Daftar Kandidat Terkuat
-
Masuk Deretan Kandidat Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024, Yenny Wahid Tegaskan Hal Ini
-
Jokowi Panen Jagung di Food Estate Keerom Papua, Lihat Hasilnya Belum Puas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026