/
Selasa, 01 Agustus 2023 | 17:59 WIB
Pengamat Politik Rocky Gerung. (YouTube Rocky Gerung Official)

Suara Sumatera - Sosok Rocky Gerung tetiba kembali menyorot perhatian publik. Kekinian ia dipolisikan oleh relawan Presiden Joko Widodo atau Jokowi karena sebutan 'Bajingan Tolol'.

Akademisi itu diduga telah menghina presiden dengan kata-kata tak pantas. Soal dilaporkan akibat penghinaan, Rocky menyebutkan bahwa dirinya memiliki hak berpendapat sebagai warga negara.

"Saya berhak untuk mengajukan pandangan politik saya, sama seperti saya menghormati para pemuja dan pemuji Jokowi, kan saya enggak laporin ke Bareskrim mereka, walau pun kita tahu ini menghina akal sehat," ujarnya di kanal YouTube miliknya.

"Hal orang mengucapkan sesuatu kenapa dihalangi," kata Rocky Gerung, di kanal YouTube miliknya

Rocky Gerung dilapokan atas penyataannya yang menyebut Presiden Jokowi bajingan tolol. Menurut Rocky kata bajingan bukanlah sebuah umpatan namun bisa jadi tanda keakraban.

"Jadi kata bajingan itu kalau dimasukan di dalam etnolinguistik itu istilah bagus sebetulnya, itu istilah yang memperlihatkan ada keakraban, jadi saya ucapkan aja bajingan Presiden Jokowi," kata Rocky.

Rocky menyebutkan masyarakat perlu terbiasa dengan berbagai pandangan politik.

"Kita musti biasakan bahwa pandangan politik itu ada yang positif ada yang negatif," tuturnya.

"Bukan saya menghina sebagai kepala keluarga, dia baik sebagai kepala keluarga tapi buruk sebagai kepala negara. Saya mendiskripsikan sebagai presiden jokowi bukan personal," tegas Rocky Gerung

Baca Juga: Pantas Diandalkan Shin Tae-yong, Rafael Struick Punya Attitude Berkelas yang Dapat Pujian Netizen

Load More