/
Selasa, 22 Agustus 2023 | 13:46 WIB
Presiden Jokowi bersama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. (Istimewa)

Suara Sumatera - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menantang bakal calon presiden (bacapres) untuk datang ke kampusnya.

Tantangan tersebut direspons oleh bakal Capres yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranawo. Dirinya mengaku masih terlalu dini untuk membahas soal debat capres. 

"Debat opo. Sabar, wong belum apa-apa kok debat, sabar," kata Ganjar melansir suarajogja.id, Selasa (22/8/2023).

Wakil Koordinator Relawan Prabowo 08 Haris Rusly Moti mengatakan, tantangan itu merupakan hal baik karena bisa menjadi wadah bagi capres untuk mengadu ide dan gagasan.

"Memang kampus itu tempat menguji gagasan. Jadi kalau seluruh kandidat presiden diundang untuk menyampaikan gagasan dan visi misinya, lalu dinilai dan didebat oleh civitas akademika, justru sangat tepat. Jadi, bukan dalam pengertian kampanye ya tapi uji gagasan, uji visi misi," katanya melansir suara.com. 

Dirinya meyakini Prabowo akan mendatangi Kampus UI jika diundang oleh BEM SI.

"Di masa lampau kan kalau debat terbuka dilakukan di kampus atau di mana pun itu, beliau akan hadir, apalagi itu misalnya difasilitasi bersama oleh KPU. Jadi nanti kalau fasilitas bersama KPU, pasti kan beliau akan datang," jelasnya. 

Menurutnya, Prabowo akan menanggapi berbagai isu, termasuk soal program food estate yang belakangan ini menjadi kritik bagi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

"Memang sekarang ini semburan apinya terus diarahkan kepada Prabowo dengan berbagai macam isu yang diframming, food estate, dan lain-lain karena saya kira itu suatu reaksi kepanikan dari pihak yang merasa tertinggal dari segi elektabilitas yang sekarang ini dicapai," cetus Haris.

Baca Juga: Bos BI Merasa Bodo Amat dengan Saran IMF: Kami Lebih Pengalaman

Namun demikian, dirinya menekankan dalam berpolitik harus mengedepankan rasional dengan kritik yang mendasar dan tidak dipengaruhi oleh hoaks.

"Kami dari pihak Pak Prabowo merespons cara-cara itu ya kami harap supaya mari kita berpolitik dengan cara yang lebih rasional, maksudnya dalam menyampaikan kritik ya sampaikan dengan bahan-bahan yang lebih rasional, lebih objektif, tidak sekadar menerima bisikan-bisikan atau informasi yang hoaks lalu dijadikan landasan untuk menhembuskan api-api untuk memanaskan situasi yang sudah kondusif ini," tutur Haris.

Diketahui, BEM UI menantang bakal capres untuk menggelar kampanye di kampus kuning itu.

Hal ini disampaikan Ketua BEM UI, Melki Sedek Huang menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membolehkan menggelar kampanye di fasilitas pendidikan dengan catatan tidak membawa atribut.

"Silahkan datang ke UI jika berani. Jika memang punya nyali, BEM UI mengundang semua calon presiden/bakal calon presiden untuk hadir ke UI karena kami siap untuk menguliti semua isi pikiran kalian," kata Melki.

"Jika melihat Putusan MK yang tengah diperbincangkan tersebut, tak ada satu pun frasa dalamnya yang menyebutkan memperbolehkan kampanye di kampus, melainkan disebutkan bahwa institusi pendidikan diperbolehkan untuk mengundang para calon dengan tidak membawa atribut dan alat peraga," ujarnya. 

Dirinya menilai sosialisasi yang dilakukan bakal capres belakangan ini terkesan membosankan. Pasalnya, banyak ujaran minim substansi atau lip service yang disampaikan bacapres. Melki menilai putusan MK bisa dimanfaatkan bagi akademisi kampus untuk menguji gagasan para capres dan mengembalikan citra kampus sebagai lembaga yang kritis.

"Sudah saatnya setiap kampus kembali ke marwahnya sebagai tempat pencarian kebenaran guna sebesar-besarnya kemaslahatan bangsa. Tiap calon pemimpin harus diuji kapasitas dan substansinya di dalam kampus secara serius daripada sekadar jualan pencitraan dan kampanye tak bermutu," katanya. 

Load More