/
Senin, 18 September 2023 | 17:55 WIB
Juru bicara (jubir) Ketua Umum Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Suara.com)

Suara Sumatera - Media sosial diramaikan dengan isu adanya bakal calon presiden (capres) yang disebut mencekik hingga menampar wakil menteri di ruangan rapat kabinet. 

Banyak warganet mengaitkan isu tersebut dengan Prabowo Subianto yang kini masih berstatus menteri dan memang maju lagi sebagai capres 2024. Tetapi banyak juga yang menyebut kabar tersebut hoaks.

Isu itu dilempar ke publik oleh Direktur Seword Media Utama, Alifurrahman Asyari. Ia mengatakannya lewat video yang diunggah di kanal YouTube-nya SEWORDTV. 

Alifurrahman mengungkapkan bahwa cerita seorang bacapres yang menampar dan mencekik wamen itu awalnya beredar di grup WhatsApp.

"Ada salah seorang capres yang masih menjadi menteri itu katanya mencekik salah satu menteri. Jadi ada capres menteri nyekik wakil menteri saat rapat kabinet belum mulai dan sebelumnya katanya ditampar. Ini kemudian ditanyakan di grup WA," ujar Alifurrahman.

Saat peristiwa itu terjadi, Alifurrahman menyebutkan bahwa para menteri lain langsung mencoba melerai. 

"Dalam situasi yang seperti itu para menteri akhirnya melerai karena sudah chaos," terangnya.

Kabar adanya bacapres yang menampar wamen ini kemudian menjadi trending di twitter/x. Kata kunci wamen menempati posisi puncak trending topik. 

Juru bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan tanggapan jika fitnah dan hoaks masih sering ditebar. 

Baca Juga: Firza Andika Persembahkan Kemenangan Persija Atas Persik Kediri untuk Jakmania dan Aji Kusuma

"Mas/Mbak Buzzer fitnah dan hoax kok masih rajin ditebar dan dimainkan," cuitnya seperti dilihat dari akun X, Senin (18/9/2023). 

Dahnil menjelaskan kalau pihaknya tetap mengajak semua untuk bersatu demi Indonesia. 

"Kami Insya Allah tetap dalam posisi mengajak anda semua untuk sama-sama jaga Indonesia, tetap bersatu karena tantangan Indonesia 10 tahun kedepan pasti lebih tidak mudah," ucapnya. 

Publik menimpali pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak, ada yang sepakat namun ada juga yang tidak sepakat. 

"Hanyar berdasarkan narasi dari Grup WA dan diramaikan oleh gerombolan pecinta seword. Mblegedesss," ujar warganet. 

Namun ada juga warganet yang mengaitkan soal konflik di Rempang

Load More