Suara Sumatera - Marak kasus bullying antar siswa sekolah di Indonesia. Saat ini yang menarik perhatian masyarakat adalah kasus kekerasan yang terjadi di Cilacap, Jawa Tengah.
Korban siswa SMP berinisial FF (14) menjadi bulan-bulanan penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelasnya berinisial MK. Aksi penganiayaan mengerikan ini juga terekam kamera video dan menjadi viral.
Kasus bullying antar siswa ini juga marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, seorang siswa SD di Medan, bahkan sampai meninggal dunia akibat dianiaya-dibully teman-temannya.
Melihat maraknya fenomena kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar, Hendri Satrio seorang dosen dan analis komunikasi politik Indonesia buka suara.
Dirinya mempertanyakan kinerja Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam mengatasi hal ini.
"Kasus Bullying antar siswa banyak merebak di sekolah-sekolah. Menteri Nadiem udah ngapain aja?" cuitnya di X (Twitter) @satriohendri dilihat Kamis (28/9/2023).
"Apa karena keseringan sekolah di luar negeri jadi gagal paham gimana rasanya sekolah di negeri sendiri? Hallo...yuhuuu...," sambungnya.
Warganet lalu ramai menanggapi cuitan Hendri Satrio. Ada yang berkomentar jika Kementerian Pendidikan harus turun tangan.
"Iya ya kemana dia....padahal ini kan ranah beliau, bukan kepolisian tapi Kemendikbud harus turun tangan @Itjen_Kemdikbud," tulis warganet.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Truk Sayur Terbakar di Pasar Agrobis Plaosan Magetan, Pedagang Panik
"Pak Menteri @nadiemmakarim tolong pak masalah bullying di sekolah-sekolah tetap terjadi....apa solusi bapak menyelesaikan masalah bullying ini?" ucap warganet.
Diketahui, aksi bullying di Cilacap terjadi pada Selasa (26/9/2023). Pelaku merupakan kakak kelas dari korban.
Korban saat insiden terjadi hanya bisa pasrah dan diam tak melawan. Di sisi lain, pelaku dengan keji dan beringas memukul dan menendang korban berulang kali sampai tersungkur.
Mirisnya, aksi perundungan ini disaksikan oleh sejumlah teman sekolah lain dan tidak melerai. Video aksi ini pun beredar luas di media sosial hingga sempat mengundang reaksi warga yang mendatangi rumah terduga pelaku saat diamankan polisi.
Berita Terkait
-
Profil Pelaku Bullying Cilacap: Jawara Silat dan Tilawah, Siapa Namanya?
-
KPAI Sarankan Kasus Bullying Remaja SMP di Cilacap Diselesaikan Lewat Restorative Justice
-
HOAKS Korban Bully di Cilacap Meninggal, Kondisi Terkini Memar di Badan dan Wajah
-
Miris Kasus Bullying Siswa SMP di Cilacap, KPAI Akan Temui Korban Pekan Depan
-
Kondisi Terkini Korban Bullying SMP N 2 Cimanggu Cilacap
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung