Suara Sumatera - Pedangdut Inul Daratista baru-baru ini menuai perbincangan usai curhat pengalaman hidupnya terkait keturunan di media sosial.
Inul Daratista melalui Instagram, sempat dihujani hujatan dan dituding mandul selama 13 tahun. Tak sedikit yang mengaitkan hal itu lantaran artis ini melakukan joget kontroversial, goyang ngebor.
"13 tahun dibilang mandul, nggak bisa punya anak, disindir tiap hari, diomong di belakang, banyakan goyang kualat nggak bisa punya anak, tar juga ditinggal rabi maning sama laki-lakinya, tar juga anu, tar juga itu. Loroooo atiku (sakit hatiku)," ujarnya, dikutip Minggu (1/10/2023).
Akah tetapi hal tersebut tak membuat Inul berputus asa. Ia tetap kuat dan berpegang pada kepercayaannya bahwa suatu hari nanti dia akan diberkahi dengan seorang anak.
Sebab, istri Adam Suseno itu yakin akan pertolongan Allah dan silsilah keluarganya yang memiliki genetik subur.
"Keturunan ibu bapakku anaknya kesebelasan semua alias buanyakkk dan aku yakin bisa punya anak nggak mandul busung dan garing kandungane, aku percaya Allah akan kasih pada waktunya," jelas Inul.
Seiring berjalannya waktu, rasa syukur yang mendalam menyelimuti hati Inul lantaran akhirnya diberikan seorang putra bernama Yusuf Ivander Damares.
Meskipun Inul dan suaminya harus melalui proses bayi tabung untuk mendapatkannya.
"Dan 19 Mei 2009 lahirlah Yusuf Ivander Damares buah hati yang paling dinanti, bayi tabung dan bayi fenomenal juga," jelasnya.
Baca Juga: Disebut-sebut Bakal Direshuffle Jokowi, Menpora Dito: Jabatan Kapan Saja Bisa Diambil
Saat itu, bayi tabung menjadi topik yang kontroversial di kalangan masyarakat. Banyak yang belum paham apa itu bayi tabung dan ada juga yang meragukan kehalalannya.
"Pemberitaannya dikabarkan seluruh negeri dengan segala pro kontra karena bayi tabung yang masih awam kala itu yang katanya haram bla bla bla," tutur Inul.
"Tahukah kalian dari sekian banyak Investasi yang sudah aku miliki,cuma ini investasi terindah dan berhasil kumiliki yaitu anakku," sambungnya.
Lebih lanjut, Inul Daratista juga menilai bahwa setiap rasa sakit, hujatan, dan setiap momen menunggu selama 13 tahun itu sepadan dengan kehadiran sang anak. Ia sadar kepunyaannya saat ini bukan diperoleh secara instan.
"Hidup saya penuh perjuangan memang saya ditakdirkan jadi pejuang dalam hidup, karier, rumah tangga dan bisnis saya tak satupun ada yang gratisan!" tegasnya.
Diketahui, Inul Daratista bernama asli Ainur Rokhimah. Wanita yang sudah pernah berhaji ini lahir pada 21 Januari 1979 di Pasuruan, Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?