Suara Sumatera - Dua orang pria berinisial A (60) dan M (31) warga Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, ditangkap polisi. Keduanya ditangkap karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan terhadap Sri Lestari (52). Modusnya sebagai dukun yang bisa menggandakan uang.
Kasi Humas Polres Langkat AKP Yudianto mengatakan awalnya korban dihubungi temannya. Ia menawarkan kepada korban ada orang yang bisa menggandakan uang Rp 2 juta menjadi Rp 1 miliar.
Korban yang tertarik lalu mengirimkan uang Rp 2 juta melalui transfer. Kedua pelaku kemudian datang ke rumah korban di Kecamatan Hinai, Langkat.
"Pelaku lalu melakukan ritual penggandaan uang di kamar korban. Pelaku menggunakan keris, kain kafan, piring berisi pasir, kain sarung, tasbih, plastik berisi tanha dan lainya," katanya melansir suarasumut.id, Kamis (5/10/2023).
Saat melakukan ritual, kata Yudianto, pelaku menyuruh korban menutupi seluruh badannya dengan menggunakan sarung.
Usai melakukan ritual, pelaku mengambil sajadah dan ditutupkan di sebuah kotak kosong. Mereka meminta kepada korban agar kotak itu jangan dibuka.
"Pelaku mengaku uang yang ada di dalam kotak masih gaib dan belum berbentuk uang asli. Dan yang bisa membukanya hanya pelaku esok hari," ungkapnya.
Selanjutnya pelaku meninggalkan rumah korban. Tak lama berselang, korban menyadari uang Rp 2,5 juta di dompetnya telah hilang.
Korban yang mulai curiga kemudian menelepon pelaku. Dalam percakapannya pelaku mengaku belum bisa datang ke rumah, dan meminta Rp 1 juta kepada korban.
Baca Juga: Gaya Rambut Sungchan RIIZE di Masa Lalu Jadi Sorotan, Knetz: Sekarang Jelek
"Korban lalu membuka kotak dan ternyata uang yang dijanjikan tidak ada," jelasnya.
Sri lalu meminta pelaku datang dengan mengimingi Rp 5 juta. Begitu kedua pelaku datang, korban menghubungi polisi. Keduanya kemudian ditangkap.
"Kedua pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polsek Hinai untuk proses hukum lebih lanjut," katanya.
Berita Terkait
-
Dua Dukun Abal-abal Pengganda Uang di Langkat Ditangkap, Korban Dijanjikan Uang Rp 1 Miliar
-
Waspada! Modus Penipuan Makin "Pinter" Ini yang Harus Dicermati
-
Yadi Sembako Batal Diperiksa Polisi Hari Ini Terkait Kasus Penipuan: Saya Hanya Diperintah
-
Korban Penggelapan Kembar Rihana-Rihani Cabut Laporan, Mobil Ternyata Digadaikan
-
Apa Kabar Kasus Penipuan Si Kembar Rihana-Rihani? Polisi Temukan Bukti Baru
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai