Suara Sumatera - Gejala depresi pada remaja bukan hanya perasaan sedih, namun juga sering dengan keluhan fisik. Hal ini dikatakan oleh dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Universitas Indonesia dr Petrin Redayani Lukman, Sp.KJ (K), M.PDKed.
"Biasanya gejala depresi itu variasi pada remaja lebih ke bukan hanya perasaan sedih, tetapi malah sering ada keluhan fisik, sakit kepala misalnya, sakit perut," katanya melansir Antara, Rabu (11/10/2023).
Menurut Petrin, gejala lain yang bisa dirasakan remaja adalah kecemasan, rasa takut, fobia sosial, takut berpisah dengan orangtua, cepat marah dan tantrum saat suasana hati buruk.
"Remaja lebih cederung irritable, enggak enak perasaanya, mau marah saja. Itu berarti kita perlu waspada apakah anak atau murid sudah menunjukkan gejala depresi," ucapnya.
Selain itu, remaja yang depresi dapat saja menarik diri dari pergaulan, menyalahgunakan alkohol atau zat adiktif, penurunan minat, sulit tidur dan, kurang percaya diri. Depresi merupakan perasaan sedih yang berkelanjutan dan kehilangan minat untuk beraktivitas.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi penyebab utama kesakitan dan disabilitas di seluruh dunia, dan 1 dari 7 atau 14 persen anak usia 10-19 tahun di dunia ini mengalami depresi.
Sementara itu di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan bahwa 1 dari 10 kelompok usia 15-24 tahun mengalami gangguan emosional, salah satunya depresi.
Menurut Petrin, remaja dengan gejala depresi perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut oleh tenaga kesehatan, salah satunya psikoterapi. Di sisi lain, orangtua akan diberikan psikoedukasi tentang depresi remaja.
"Biasanya dokter akan menilai self esteem-nya seperti apa, apa yang menjadi stressor dia, bagaimana faktor risiko, itu akan kami coba diskusikan sehingga akhirnya si anak bisa mendapatkan jalan keluar dari permasalahannya," ucapnya.
Baca Juga: Ketika Welber Jardim Lebih Pilih Follow STY Dibandingkan Bima Sakti
Pasien depresi juga bisa diberikan obat-obat antidepresan supaya suasana hatinya lebih baik dan perasaan sedihnya terangkat.
"Bisa curhat, diskusi, psikoterapi dengan dokter. Kalau diterapi, biasanya kondisi depresinya akan membaik atau remisi dalam waktu satu hingga dua tahun dalam proses terapi," cetusnya.
Petrin menjelaskan bahwa depresi yang tidak ditatalaksana dengan tepat dapat menyebabkan gangguan emosional, sosial dan akademis, meningkatkan risiko penyalahgunaan zat adiktif, meningkatkan risiko perilaku agresi dan kekerasan serta bunuh diri.
Selain itu, depresi pada anak dan remaja dapat menetap hingga dewasa. Sebanyak 60 persen anak dan remaja dengan depresi pernah memiliki ide bunuh diri dan 30 persen telah melakukan percobaan.
Berita Terkait
-
8 Penyebab Wanita Usia 40-an Mengalami Depresi, Salah Satunya Gejala Perimenopause
-
Jelang Lahiran, Denise Chariesta Nangis Dapat Ejekan Body Shaming: Lu Mau Bikin Gue Depresi Kan?
-
5 Penyebab Intrusive Thought, Pikiran Aneh yang Muncul Secara Tiba-tiba
-
Lelah Bekerja 24/7 Bikin Overthinking, Ini 5 Cara Mengatasi Stres untuk Cegah Depresi
-
Siapa Mahasiswa UMY Bunuh Diri dari Lantai 4 Asrama? Sosoknya Sempat Minum Obat 20 Butir
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Drama Baru Kim So Yeon Tunda Syuting Selama Sebulan, JTBC Beri Penjelasan
-
Salah Kaprah Soal JHT: Bukan Cuma Dana Hari Tua, Bisa Jadi Penyelamat Finansialmu!
-
Hari Apa Puasa Tasua dan Asyura 2026? Catat Jadwal 9-10 Muharram 1448 H
-
4 Rekomendasi Genset untuk Peternak Ayam, Bebas Risau dari Mati Lampu Dadakan
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Stabil
-
Niat Puasa Tasua dan Asyura 9-10 Muharram Lengkap Arab, Latin, Arti serta Keutamaannya
-
Label Poliester Daur Ulang Terlihat Ramah Lingkungan, tetapi Apakah Benar Berkelanjutan?
-
Vinicius Jr Jadi Tumpuan, Brasil Waspadai Kejutan dan Taktik Skotlandia
-
Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV