SuaraSumedang.Id - Menko Polhukam RI, Mahfud MD belum lama ini memberikan pernyataan mengejutkan.
Dia mengatakan bahwa ada sekelompok orang yang ingin menghambat proses penyelidikan terkait dengan kasus pembunuhan Brigadir J.
Mahfud MD mengatakan bahwa sekelompok orang tersebut merupakan geng yang memihak kepada mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo di tubuh Polri.
Dalam beberapa bulan terakhir kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menjadi perhatian publik.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut penyelesaian sempat terhambat karena adanya kelompok Sambo dalam internal Mabes Polri yang mencoba menghalang-halangi.
“Ini (kasus pembunuhan Brigadir J) tidak akan bisa selesai ini, penghambatnya banyak sekali. Setiap akan mengurus itu ada yang menahan, ada yang menghilangkan bukti, menghilangkan itu. Siapa itu? Ya kira-kira kelompoknya Sambo itu, yang sekarang 36 ditahan itu,” ungkap Mahfud MD seperti dilansir dari indotnet.suara.com.
Sebagai informasi, hingga kini, setidaknya ada sekitar 63 anggota polisi yang diperiksa Inspektorat Khusus Polri dan 36 orang diantaranya telah melanggar kode etik lantaran berupaya menghalangi proses penyelidikan.
Seperti diketahui, kasus tewasnya Brigadir J pada mulanya santer soal narasi adanya insiden baku tembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.
Namun, setelah petugas melakukan penyelidikan secara mendalam, ternyata hal tersebut hanyalah skenario saja yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Waspada! Bahaya Paparan Sinar Biru dari Gadget, Merusak Retina
Berita Terkait
-
Usai Terbongkarnya Kasus Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Kini Diduga Terlibat Kasus Perjudian Online
-
Konsorsium 303 Judi Online, Ferdy Sambo dan Sejumlah Pejabat Tinggi Polri Diduga Terlibat Bisnis Haram
-
PPATK Tanggapi Temuan Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J Soal Aliran Dana yang Dikuasai Ferdy Sambo
-
Pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi akan Diumumkan Polri dalam Waktu Dekat
-
Viral Video Warga Teriak 'Ferdy Sambo' Saat Mobil Polisi Melintas, Citra Polri Makin Jelek?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Afrika Selatan Harapkan Keberuntungan saat Hadapi Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Jadi Anggota KONI Pusat, ORADO Indonesia Ajak Milenial dan Gen Z Batam Asah Otak
-
Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras
-
Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
-
Harga Pertamax Rp16.250: Akankah Layanan GoRide Hemat Segera Dihapus?
-
Tingkatkan Budaya Tertib Jalanan, Satlantas Polresta Solo Sapa Komunitas Motor
-
Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Ulasan Dating in the Kitchen, Drama Kuliner yang Dibintangi Zhao Lusi