/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 10:49 WIB
ilustrasi telur ayam. harga telur ayam di pasar berkisar Rp32.000-Rp33.000 per kilogram (ANTARA)

SuaraSumedang.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Amin Ak menyatakan, satu di antara lainnya penyebab kenaikan harga telur akibat naiknya harga pakan hingga 30 persen dari sebelumnya.

Hal tersebut, disebabkan oleh kenaikan harga jagung di mana impor jagung dinilai masih cukup besar.

Oleh sebab itu, pembenahan tata niaga komoditas jagung yang termasuk bahan utama dalam pembuatan pakan bagi ayam sangat perlu.

Ia menilai jagung merupakan satu di antara elemen penting untuk mengendalikan harga pakan, sehingga dapat menurunkan harga telur ke depannya.

"Tata niaga pakan seperti jagung juga harus dibenahi agar rantai pemasaran lebih pendek sehingga harga lebih murah," kata Amin, Minggu (28/8/2022).

Menurutnya, dorongan saat ini menggalakkan kebijakan pengendalian harga telur ayam yang tengah melambung merupakan momentum dalam rangka membenahi tata niaga pakan dan telur.

Dampak kenaikan harga telur, kata dia, akan meningkatkan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat akibat nilai uang yang tergerus.

"Telur bukan hanya menjadi kebutuhan pokok, tetapi juga bahan baku penting dalam usaha aneka produk makanan yang pelakunya sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata politisi Fraksi PKS itu.

Berdasarkan data pusat informasi harga pangan strategis nasional (IPHPS), harga telur pada saat ini mencapai Rp31.500 per kg.

Baca Juga: Pahlawan Covid-19 Sumedang Diganjar Penghargaan Romantis

Sedangkan di sejumlah pasar tradisional di Jabodetabek bisa berkisar antara Rp32-33 ribu per kg.

Menurut Amin, solusinya antara lain harus ada perbaikan tata niaga, misalnya dengan memperpendek rantai pemasaran telur.

Serta memberikan insentif bagi pelaku usaha peternakan kecil dan menengah yang tahun lalu sempat dihantam pandemi.

Sehingga bisa bangkit dan kembali memulai usahanya, misalnya dengan menggenjot kredit usaha rakyat (KUR) untuk peternakan.

Sumber:ANTARA

Load More