/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 14:36 WIB
Ilustrasi Pesawat Terbang. (Pixabay.com)

SuaraSumedang.Id - Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata berdampak pada tarif tiket pesawat terbang, khususnya jenis avtur.

Akibatnya, hal tersebut sangat berpengaruh pada moda transportasi di sejumlah daerah di Papua satu di antaranya Kabupaten Pegunungan Bintang.

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, mengatakan aktivitas penerbangan warga saat ini menurun akibat dari kenaikan BBM jenis avtur.

"Harga tiket pesawat naik dari sebelumnya Rp800 ribu menjadi Rp1,6 juta untuk sekali penerbangan dari Ibu Kota Pegunungan Bintang Oksibil menuju Jayapura padahal penerbangan tersebut hanya memakan waktu 45 menit," kata Spei Yan Bidana. Dilansir dari Suara.com, Minggu (28/8/2022).

Menurutnya, tingginya harga tiket pesawat mengakibatkan pada naiknya harga angkut barang.

Dia mengatakan harga angkut barang dari sebelumnya Rp19 ribu per kilogram menjadi Rp23 ribu per kilogram.

"Akibatnya harga material seperti semen melonjak dari Rp1 juta per zak menjadi Rp1,4 juta per zak," ujarnya.

Kini, pihaknya sudah menyampaikan agar pemerintah pusat melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura ke Pegunungan Bintang yang kini proses pengerjaannya tersisa 173 kilometer.

Di lain sisi, pihaknya pun berharap dengan pembangunan Jalan Trans Papua tersebut dapat menekan harga komoditas di sana.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Sri Mulyani Curhat Harga Jual Eceran Dalam Negeri Tidak

Load More