/
Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:23 WIB
Kapal nelayan bersandar di Lamongan akibat kelangkaan Solar. (Beritajatim.com)

SuaraSumedang.id – Wacana harga bahan bakar minyak (BBM) naik terus bergulir, namun satu di antara anggota DPR RI meminta pemerintah untuk tidak menaikkan harga.

Jenis BBM yang diajukan oleh anggota DPR RI agar harganya tidak naik berupa Solar Subsidi.

Wacana dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Wacana tersebut muncul dikarenakan menteri ESDM melihat kemampuan fiskal negara yang makin tak berdaya pada paruh kedua tahun 2022.

Sedangkan anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin menolak wacana kenaikan BBM, ia melihat ekonomi rakyat Indonesia masih belum pulih.

Ia juga menjelaskan mengenai kondisi nelayan masih belum bisa melaut dikarenakan naiknya harga BBM, seperti dilansir dari suara.com Minggu (28/08/2022).

“Kita semua sudah melihat fakta lapangan, bahwa hingga saat ini, semakin banyak nelayan yang tidak melaut, terutama nelayan kecil,” kata anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin.

“Sejak awal Agustus, negara dan rakyatnya merayakan kemerdekaannya, namun belenggu ekonomi para nelayan tidak dapat melaut,” ujar Akmal.

“lebih dari 2 ribu kapal nelayan yang mangkrak akibat tingginya operasional BBM,” ucap Akmal dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (28/8/2022).

Baca Juga: Kuatnya Ferdy Sambo Jadi Alasan Putri Candrawathi Belum Ditahan?

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini juga menyebut, inflasi di sektor makanan sudah melebihi batas wajar.

Bahkan menurutnya, secara keseluruhan inflasi 2022 telah melebihi batas peringatan sekitar 3,3% yang mesti menjadi sorotan pemerintah agar portofolio eksekusi kebijakan yang menguras APBN mesti tepat sasaran.

“Saat ini dengan kondisi BBM subsidi belum dinaikkan saja, rakyat sudah kesulitan. Ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi, termasuk kondisi global akibat peperangan yang membuat iklim perdagangan serba tidak normal, kata Akmal.

“Begitu juga kondisi pandemi yang menyisakan persoalan daya beli masyarakat secara keseluruhan. Jadi pemerintah mesti bijak untuk mengambil tindakan tepat pada persoalan kenaikan BBM bersubsidi,” ujar anggota DPR RI Komisi IV tersebut.

“Ini efeknya berantai, terutama pada operasional distribusi termasuk bahan pangan”, kata Akmal mengingatkan.

Akmal mengaku, di daerah pemilihannya, hingga saat ini sudah ribuan para nelayan yang mengadu pada dirinya kesusahan yang dialami dengan naiknya harga solar subsidi.

Load More