/
Sabtu, 03 September 2022 | 15:21 WIB
Presiden Joko Widodo ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

SuaraSumedang.id - Presiden Jokowi mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang kurang mampu.

Selain itu Jokowi menerangkan bahwa hal ini merupakan pengalihan dari subsidi BBM menjadi BLT.

"Ini adalah pilihan terakhir pemerintah yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran," ujarnya dikutip dari Suara Sabtu (3/9/22).

Menurutnya pemerintah sudah menganggarkan Rp 9,6 Triliun untuk pekerja yang memiliki gajih maksimum.

Masyrakat kurang mampu tersebut nantinya akan mendapat BLT Rp 150 Ribu per bulan yang akan diberikan selama 4 bulan.

"Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,6 Triliun untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp 3,5 juta per bulan dalam bentuk bantuan subsidi upah yang diberikan sebesar Rp 600.000," sambungnya.

Pemerintah sendiri menurut Jokowi terkait subsidi ini berkomitmen untuk menyalurkan secara tepat sasaran.

Terutama baginya  harus mengungtungkan dan tidak merugikan masyarakat kecil.

"Pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran. Subsidi harus lebih menguntungkan masyarakat yang kurang mampu," pungkasnya.

Baca Juga: Kompol Baiquni Ajukan Banding usai Diberhentikan tidak Hormat, Begini Tanggapan Polri

Untuk diketahui, Pemerintah pada hari ini sudah menaikan harga BBM subsidi.

Load More