SuaraSumedang.id - Ketua Komunitas Civil Society Irma Hutabarat angkat bicara bantah dugaan pelecehan seksual pada Putri Candrawati oleh Brigadir J.
Irma Hutabarat mengatakan isu ini lagu usang yang terus diputar, namun netizen dan masyarakat bukan orang bodoh sehingga ketika mendengar hal itu malah menjadi geram.
Irma Hutabarat menilai isu ini dilempar bertujuan supaya Putri Candrawati seolah menjadi korban dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
"Tujuan melemparkan isu ini lagi supaya Putri Sambo sebagai korban," ujarnya dilansir dari YouTube Refly Harun, Senin (5/9/22).
Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menarik simpati dan nantinya hukuman menjadi ringan.
"Ketika dia menjadi korban walaupun dia melakukan pembunuhan berencana maka dia mendapat simpati agar hukumannya menjadi ringan," ujarnya.
Namun menurutnya isu seperti ini tidak laku.
"Saya membunuh karena saya dilecehkan, tidak laku, karena saya mau coba dibunuh tidak laku lalu sekarang perkosaan pakai dobrak pintu," tambahnya.
Irma Hutabarat juga menyatakan motif dari Putri Candrawati ingin mendapatkan keringanan dengan cara berbohong.
"Jadi ini rekayasa dari cerita yang sudah usang, tetapi sekarang seperti keroyokan karena mengajak Komnas HAM dan Komnas Perempuan," ucapnya.
Baca Juga: Mengenal Perubahan Bisnis Konvensional ke Digital, Begini Penjelasannya
Dia juga mengatakan jika kasus ini sudah hampir hari ke 57 dan dirinya menghitung, karena memang setiap hari fitnah bertambah tebal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan
-
Viral Nilai Fantastis Biaya Suvenir HUT RI di Istana Negara? Rp22 atau 34 Miliar
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
-
5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda
-
Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu