/
Selasa, 13 September 2022 | 19:38 WIB
Pengakuan Bripka RR Terkait Penembakan di Duren Tiga. (Istimewa)

SuaraSumedang.id - Kasus pembunuhan Brigadir J, alias Noryansah Yosua Hutabarat semakin memunculkan fakta-fakta baru. Sejak tersangka Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR berbicara dengan jujur, terkait dalang pembunuhan Ferdy Sambo.

Motivasi yang membuat Bripka RR berkata jujur dalam kesaksiannya, merupakan peran dari istri dan tiga anaknya.

Berdasarkan kesaksian kuasa hukum Bripka RR, Zena Dinda Defaga menyebut kliennya luluh setelah dipertemukan dengan istrinya yang memintanya berkata jujur.

"Keluarga menangis dan meminta harus jujur, ingat keluarga, masih ada keluarga dan anak-anaknya juga masih kecil dan meminta Brigadir RR untuk terus terang karena masih ada keluarga yang dia miliki," kata Dinda di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilansir Suara.com Selasa (13/9/2022).

Menurut Dinda, Ricky mempunyai sejumlah tiga anak yang masih kecil, dua di antaranya kembar dengan usia tujuh tahun.

"Ada tiga anaknya. Kembar usia tujuh tahun dan dua setengah tahun," bebernya.

Skenario Ferdy Sambo

Ferdy Sambo mengumpulkan seluruh bawahannya di Gedung Provos, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Mereka dikumpulkan pada 8 Juli 2022 malam setelah peristiwa pembunuhan Brigadir J terjadi. 

Baca Juga: DPR dan Banggar Hapus Golongan Listrik 450 VA, Masyarakat Wajib Tahu!

Kuasa hukum Ricky, Erman Umar mengungkap hal tersebut berdasar isi berita acara pemeriksaan atau BAP. 

Meski tak hafal persis isi BAP, Erman menduga pertemuan itu merupakan inisiasi Ferdy Sambo dalam rangka merekayasa kasus pembunuhan Brigadir J. 

"Kalau tidak salah itu di Provos, itu mungkin Sambo yang berperan di situ. Saya tidak ingat betul karena saya tidak baca lengkap ya, karena tebel juga (BAP). Jadi baru sepintas saya lihat dia pernah dikumpulkan," ungkap Erman.

Menurut Erman, keterangan awal Bripka Ricky dan tersangka lain dalam kasus ini merupakan hasil skenario Ferdy Sambo. Segalanya telah disiapkan oleh Ferdy Sambo dan pihak lain yang membantunya.

"Ya kalau tidak mana bisa ngarang, pasti ada yang membantu," ungkapnya.

Dalam kasus pembunuhan Brigadir J, tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan lima tersangka.

Load More