SuaraSumedang.id – Korban pengeroyokan mahsiswa jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung atau UIN SGD Bandung, tersebar di sejumlah grup WhatsApp.
Pihak kepolisian tengah menjalankan pemeriksaan terhadap empat orang saksi terkait kejadian pengeroyokan tersebut.
"Sudah diperiksa 4 orang saksi. Sampai saat ini masih memanggil saksi karena pelaku masih tersamar identitasnya," ujarnya.
Ia juga memastikan proses hukum akan terus berjalan, terkait penanganan kasus tersebut. Sekaligus berupaya untuk mengetahui identitas pelaku dari penganiayaan mahasiswa UIN.
"Proses berjalan. Dari keterangan saksi-saksi belum bisa menunjukkan si A si B tersangkanya (pengeroyok)," ujarnya.
Mahasiswa yang teraniaya dalam sebuah video itu terekam, sedang dihajar dan dicaci maki oleh seorang oknum.
Terduga oknum tersebut merupakan warga sekitar, mengeroyok tiga mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung yang sedang melakukan aktifitas di kampus.
Polisi tengah memburu pelaku pengeroyokan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung hingga kini.
Berdasarkan laporan dari kepolisian, identias tiga korban berinisial M, H, dan L yang telah teraniaya oleh pelaku.
Baca Juga: 3 Pekerjaan Online Mudah Dimulai dan Berpeluang Besar, Anak Muda Pasti Suka
Setelah korban dikeroyok oleh pelaku, mereka mendapatkan luka dan memar di bagian wajah, kepala serta bahu.
Diketahui setelah kejadian tersebut, korban mengambil tindakan untuk segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Panyileukan, Kota Bandung.
Pihak polisi saat ini, tengah melakukan proses penyelidikan teradap pelaku pengeroyokan.
Kapolsek Panyileukan, Kompol Dadang Cahyadiawan menjelaskan, adanya peristiwa pengeroyokan pada mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung.
"Tanggal 30 kejadian. Tanggal 1 (September 2022), para korban bikin laporan," kata Dadan, dikutip dari BandungSuara.com.
Kepolisian akan meminta keterangan dari pihak keamanan kampus, terdapat beberapa sekuriti yang mengetahui pelaku pengeroyokan pada mahasiswa UIN.
Berita Terkait
-
Pelaku Pengeroyokan Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Masih dalam Buruan Polisi
-
DICARI! Pengeroyok Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Jadi Buruan, Polisi Periksa Satpam Kampus
-
Tiga Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Dikeroyok, Polisi Periksa Empat Saksi Mata
-
Pengeroyokan Tiga Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung Kembali Viral
-
12 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Calon Pendeta, Bupati Alor: Jangan Dikaitkan Dengan Gereja
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Steven Wongso Sebut Orang Gendut Lebih Rendah dari Anjing, Rizky Febian Sampai Ikut Komentar
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Terpopuler: 5 Merek HP Terlaris Global Periode Q1 2026, Rekomendasi HP Tipis Fast Charging
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar