/
Sabtu, 24 September 2022 | 11:28 WIB
Pebalap Ducati Francesco Bagnaia; jadwal MotoGP Jepang 2022 akhir pekan ini (Instagram)

SuaraSumedang.id - Perburuan gelar juara dunia MotoGP 2022 hanya menyisakan lima sesi balapan lagi, Francesco Bagnaia dengan tegas tidak ingin Ducati menerapkan team order untuk membantunya.

Pebalap Ducati Lenovo itu kehilangan lima poin berharga saat dirinya dikalahkan Enea Bastianini (Gresini) di GP Aragon akhir pekan lalu.

Meski ia kini mendekatkan diri ke Fabio Quartararo (Yamaha), yang menduduki puncak klasemen MotoGP 2022 pebalap dengan jarak 10 angka.

Dengan lima balapan hingga akhir musim ini, dan 17 poin memisahkan tiga pebalap teratas di klasemen, setiap poin akan sangat berharga bagi sang pebalap Ducati.

Praktik 'team order' sendiri tidak asing di dunia balap, di mana tim memprioritaskan satu di antara pebalapnya di balapan, atau menginstruksikan satu pebalap mengalahkan, dan mengizinkan rekan satu timnya menyalip demi posisi yang lebih menguntungkan.

Biasanya hal itu dilakukan ketika satu pebalap tertinggal di balapan tertentu, akan tetapi secara umum unggul di klasemen.

Ketika ditanya soal sistem team order Ducati, Bagnaia mengatakan, "Sejujurnya saya tidak membutuhkan bantuan untuk berada di depan. Saya lebih memilih menang di trek, dan bukan karena seseorang membiarkan saya lewat."

"Saya bukan bagian dari keputusan ini. Saya telah mengutarakan keinginan saya, yakni biarkan saya melakukan apa yang ingin saya lakukan."

"Apabila mereka melakukan sesuatu yang berbeda, itu bukan soal saya. Saya kana membalap, saya akan mencoba berada di depan dan mencoba menang. Seperti yang saya lakukan di Aragon dan Misano," kata Bagnaia.

Baca Juga: BRI Liga 1 2022-2023: Hadapi Persija, Persib Dapat Energi Baru

Bagnaia baru satu kali tampil di Motegi sebagai rookie di tahun 2019 sebelum balapan MotoGP Jepang  itu absen dua tahun lantaran kondisi pandemi Covid-19.

Sirkuit Motegi disebut cocok dengan karakteristik mesin GP-22 karena memiliki zona pengereman keras, yang sesuai dengan gaya membalap Bagnaia.

"Ini satu di antara trek favorit saya, dan yang terbaik. Pastinya kondisi dan situasinya sama sekali berbeda dari 2019 ketika saya sebagai rookie, dan saya kesulitan dengan motor saya."

"Jadi tahun ini bisa baik, saya sangat suka dengan layoutnya dan itu sangat cocok dengan motor kami. Saya sangat menyukai pengereman jadi dengan rem ini kami bisa kompetitif," kata Bagnaia.

Sementara, Fabio Quartararo tiba di Motegi dengan luka di bagian dadanya imbas kecelakaan dengan motor Marc Marquez (Honda) di Aragon.

Sang rider Yamaha itu akan berupaya menemukan kebugarannya untuk merebut poin berharga di Jepang.

Load More