SuaraSumedang.id - Polres Metro Jakarta Barat menangkap seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Sumedang, Jawa Barat berinisial TNR (24), karena mengedarkan narkoba jenis ganja di lingkungan kampus.
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal mengatakan, TNR merupakan mahasiswa perguruan tinggi negeri yang aktif dalam kegiatan mahasiswa pecinta alam di kampusnya.
Tersangka TNR pun diketahui sudah tiga kali membeli ganja secara online. Saat ini, TNR diamankan oleh pihak kepolisian saat hendak mengambil paket yang dikirimkan ke alamat kampus itu.
Bersamaan dengan itu, polisi turut mengamankan 12 paket plastik berisi 551 gram ganja, dan biji ganja kering, satu lembar surat tanda terima pengiriman ekspedisi, dan satu unit handphone.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 (1) subsider Pasal 111 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan/atau paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp1 miliar.
Dirangkum SuaraSumedang.id, berikut fakta mahasiswa di Sumedang tersandung kasus peredaran ganja.
1. Transaksi online
Polisi telah melakukan tes urine terhadap TNR, dan terbukti mengkonsumsi ganja. Kini, polisi tengah memburu dua orang mahasiswa pecinta alam, yang terlibat dalam kasus ini, yakni ALF yang berperan sebagai penjual, dan ALX merupakan perantara.
"Ternyata, dari pendalaman, TNR ini sudah tiga kali melakukan transaksi beli (barang haram) via online. Ini yang keempat," kata AKBP Akmal saat jumpa pers di Mapolres, Jumat (23/9/2022).
Baca Juga: Memenuhi Syarat BSU 2022 Kemnaker tetapi Tidak Cair, Simak Penyebabnya
2. Alamat kampus
Akmal mengatakan, TNR mendapatkan paket ganja itu dari daerah Aceh melalui perantara ALX, dan penjual ALF, yang saat ini dalam pengejaran.
Paket ganja yang dipesan secara daring dikirim menggunakan jasa ekspedisi menuju sekretariat organisasi pecinta alam di kampus tersebut.
"Barang dipesan dari Aceh, dikirim ke alamat kampus. Kami mengamankan tersangka pada saat mengambil paket di Jalan Raya Bandung Km. 21, Jatinangor, Sumedang," kata Akmal.
3. Bungkus kopi
Akmal menjelaskan, pengiriman paket ke satu di antara sekretariat organisasi intra kampus, dengan keterangan paket pengiriman kopi.
Selanjutnya, tim melakukan penyelidikan terhadap paket tersebut. Disebutkan, bahwa TNR membeli dengan metode transfer antar bank seharga Rp1 juta.
"Kemudian, ganjanya dikemas dalam paket lalu dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi, dan menggunakan identitas penerima yang sudah tersangka TNR," kata Akmal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas
-
KAI Divre III Palembang Tutup 5 Perlintasan Liar Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api
-
Sinopsis 5 Film Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini
-
PDIP Balas Pujian Prabowo: Kami Memang Seharusnya di Luar Pemerintah
-
Suporter Rusuh Lagi! Sanksi Komdis PSSI Tak Efektif, Sampai Kapan Sepak Bola Indonesia Begini?
-
Harkitnas ke-118, Bupati Bogor Ajak Warga Warisi Semangat Juang Lewat Medsos Positif
-
Piala Dunia 2026 Terancam Ricuh, Pekerja Stadion Los Angeles Ancam Mogok
-
Bareskrim Bongkar Sindikat Kosmetik Merkuri di Cirebon, Pemilik Akun Lou Glow Ditangkap
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Curhat Driver Ojol ke Ahmad Luthfi: Kerja Pagi hingga Malam Sembari Asuh Anak