/
Selasa, 27 September 2022 | 11:04 WIB
Tirta Empul Bali; perhatian etika saat mengunjugi tempat wisata. (Lukman Hakim/Sumedang.Suara.com)

SuaraSumedang.id - Pada tanggal 27 September ini diperingati sebagai Hari Pariwisata Sedunia.

Momentum ini diperingati sebagai wujud mendorong perkembangan pariwisata di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Nah, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendorong perkembangan pariwisata Indonesia, di antaranya menjadi wisatawan lokal yang beretika dan menebar kebaikan.

Saat berkunjung ke setiap tempat wisata, ada baiknya ikuti aturan yang sudah tertera seperti menjaga kebersihan, dan tidak merusak alam.

Berikut ini lima etika berwisata yang harus diketahui saat menikmati liburan, berdasarkan siaran Ayobantu.

1. Transportasi umum

Ketika Anda melakukan perjalanan liburan, usahakan untuk menggunakan angkutan umum selama di tempat tujuan. Selain lebih murah, langkah ini pun dapat menghemat bahan bakar.

2. Patuhi adat istiadat setempat

Sebagai wisatawan yang belum tahu seluk beluk tujuan liburan yang akan disinggahi. Sebaiknya, mematuhi peraturan tertulis dan peraturan yang tidak tertulis.

Baca Juga: Tanggal 27 September Diperingati sebagai Hari Pariwisata Sedunia dan Bhakti Postel, Simak Sejarahnya

Mematuhi peraturan yang berlaku di daerah tempat wisata merupakan suatu tindakan yang patut diapresiasi, karena ikut menghargai dan menghormati lingkungan serta penduduk lokal.

3. Bawa kantong belanja

Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, biasakan membawa kantong belanja sendiri. Pilih kantong belanja yang bisa dilipat dengan ringkas.

Selain itu, pastikan sampah yang dibawa dibuang ke tempat semestinya. Membuat sampah pada tempatnya merupakan hal paling dasar, dan sudah diajarkan sejak kecil.

Jika berada di tempat wisata tidak ada tempat sampah, pengunjung bisa menyimpan sementara di tas atau kantong pakaian.

Meski terlihat sangat sederhana, langkah ini mempunyai dampak sangat besar terhadap lingkungan serta kelestarian alam.

Load More